Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid (kanan). Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid (kanan). Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Kemendikbud Pastikan Struktur Baru Tak Ganggu Layanan

Jawaban Hilmar Farid Soal Kegelisahan Pegiat Seni

Pendidikan kebudayaan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 13 Januari 2020 19:54
Jakarta: Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid menjamin, struktur organisasi baru di direktoratnya tidak akan mengubah kualitas layanan yang selama ini ada. Menurutnya perubahan ini justru akan membuat layanan lebih efektif.
 
“Tidak ada yang berubah dalam pemberian layanan publik, apakah pendaftaran cagar budaya, warisan budaya, layanan fasilitasi kerja sama program-program dengan komunitas akan terus berjalan,” terang Hilmar dalam siaran langsung di akun Instagram @budayasaya, Jakarta, Senin, 13 Januari 2020.
 
Ia mencontohkan, yang saat ini telah berjalan dan akan terus dilanjutkan adalah pelindungan budaya. Pasalnya meski Indonesia kaya akan budaya, namun faktanya masih banyak yang belum tercatat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sejak maret 2018 sampai sekarang di kabupaten/kota terjadi pencatatan ini. Informasinya sudah banyak, ini semua perlu diproses dan terlindung agar masuk dalam database kita. Persoalan kerja teknis, mereka selama ini sering mengirim data registrasi nasional akan terus jalan. Itu akan terus dijalankan,” jelasnya.
 
Lebih lanjut Hilmar menjelaskan, untuk kerja sama komunitas dengan pemerintah dalam kesenian misalnya, juga akan tetap ada. Bahkan ungkapnya, untuk kerja sama strategis akan lebih mudah dengan adanya Direktorat Pembinaan, apalagi mengingat selama ini kerap terjadi masalah.
 
“Misalnya mereka guru kesenian punya program bagus di sekolah, anak-anak diajarkan kesenian tertentu, lalu mau dipamerkan,nah itu langsung ada Direktorat Pembinaan," ungkap Hilmar.
 
Dahulu misalnya, kata Hilmar, kasus seperti ini datang ke Direktorat Kesenian. "Jadi muncul pertanyaan ini urusan sekolah tempatnya di pendidikan dasar dan menengah, akhirnya saya dengar seringkali di-pingpong. Kesenian ada di pendidikan, pendidikan di kebudayaan. Bolak-balik. Sekarang enggak lagi, usulan kerja sama apalagi, strategis bisa ditampung di struktur yang baru ini,” imbuhnya.
 
Terkait kegelisahan komunitas budaya, sejarah, dan kesenian dengan dihilangkannya beberapa direktorat yang berkaitan dengan mereka, Hilmar menjelaskan, semuanya sudah masuk di dalam Direktorat Pelindungan Kebudayaan. Selain itu, perubahan struktur ini juga sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan.
 
“Kalau (nomenklatur) dibikin panjang bisa lima baris, maka untuk menyingkat kita bilang Direktorat Pelindungan Kebudayaan. Kita lihat, UU nomor 5 tahun 2017 pasal 5, semua ter-cover. Kesenian ada di sana, tradisi, pengetahuan tradisi, permainan tradisional, dan seterusnya,” terangnya.
 
Hilmar pun memastikan, layanan tetap terus berjalan. Ia juga berharap akhir bulan ini proses reorganisasi ini bisa tuntas.
 
“Saya janjikan, saya pastikan layanan tidak ditinggalkan, layanan yang selama ini memfasilitasi kegiatan baik itu sifatnya registrasi cagar budaya, dan akan terus berjalan akan terus kami tingkatkan,” terangnya.
 
Perlu diketahui, Ditjen Kebudayaan mengalami perubahan struktur. Ada beberapa direktorat yang dihapus dari Ditjen Kebudayaan, salah satunya Direktorat Kesenian. Perubahan struktur dan nomenklatur ini tertuang dalam Permendikbud Nomor 45 Tahun 2019 tentang Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
 
Hanya lima Direktorat saja yang tersisa yaitu Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Direktorat Perfilman, Musik dan Media baru, Direktorat Perlindungan Kebudayaan, Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, serta Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan.
 
Pemangkasan sejumlah direktorat di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan menjadi sorotan komunitas seni, budaya dan sejarah. Terutama penghapusan Direktorat Kesenian memunculkan dugaan, adanya kelompok tertentu yang berusaha membiarkan seni yang konvensional dan tradisional musnah.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif