Rektor UNS, Jamal Wiwoho. Medcom.id/Intan Yunelia.
Rektor UNS, Jamal Wiwoho. Medcom.id/Intan Yunelia.

Rektor UNS: Substansi Soal UTBK dan UN Tak Berbeda

Pendidikan Pendidikan Tinggi UTBK
Intan Yunelia • 14 Agustus 2019 09:07
Jakarta: Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jamal Wiwoho menilai tidak ada yang perlu dikhawatirkan terhadap wacana dimajukannya jadwal penerimaan mahasiswa baru, utamanya Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020. Rencana ini dinilai tidak akan mengganggu persiapan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional (UN).
 
“Soal-soal yang diberikan UTBK itu kan juga soal-soal yang meliputi pelajaran-pelajaran dari kelas X, XI, XII SMA. Jadi tidak begitu masalah. Bagi mereka yang siap UTBK artinya akan siap UN juga, karena substansinya sama saja,” kata Jamal saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Jamal menegaskan, dengan pelaksanaan UTBK yang saat ini dikelola oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), maka konsekuensinya UTBK akan bersifat lebih fleksibel. Artinya, perguruan tinggi maupun sekolah tidak perlu mempersoalkannya, jika jadwal UTBK berubah sekalipun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sebetulnya dengan sistem sekarang, LTMPT itu didesain menjadi sebuah sistem yang kapanpun bisa begitu (fleksibel). Artinya bagi mereka yang kelas XII SMA nanti sudah bisa untuk ikut UTBK itu,” ujarnya.
 
Baca:LTMPT Gelar Rapat Akhir Agustus Bahas Jadwal UTBK 2020
 
Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mewacanakan penerimaann mahasiswa baru pada UTBK 2020 akan dimajukan menjadi akhir tahun 2019. Dengan begitu pada awal 2020 para siswa diharapkan sudah mengetahui dirinya diterima di perguruan tinggi dan prodi tertentu.
 
Nasir menuturkan UTBK dimajukan untuk mengantisipasi banyaknya "pencari bakat" dari perguruan tinggi dari luar negeri yang berburu calon mahasiswa baru berprestasi di Indonesia.
 
"Inilah yang saya lakukan, strategi ini supaya tidak terjadi berbondong-bondong mendaftar ke luar negeri. Kalau biasanya dimulai Januari perlu maju, karena penerimaan mahasiswa baru di luar negeri Desember, kita bisa bulan November," kata Nasir.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif