Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Peningkatan Skor PISA Masih Jadi PR

Pendidikan Kebijakan pendidikan Kualitas Pendidikan 1 Tahun Pemerintahan Jokowi-Maruf
Ilham Pratama Putra • 21 Oktober 2020 10:20
Jakarta: Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menilai pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam setahun terakhir masih menyisakan pekerjaan rumah, khususnya di sektor pendidikan. Salah satunya, mengerek skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia.
 
Indra mengatakan, skor PISA ini sejatinya bisa menjadi tolok ukur dalam memonitor kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Saat ini, kata dia, Indonesia mendapatkan skor PISA 379 untuk numerasi dibandingkan rata-rata negara-negara yang masuk Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di angka 489. Untuk sains, Indonesia mendapatkan skor 396 sedangkan rerata negara-negara OECD yakni 489.
 
"Kondisi saat ini SDM Indonesia jauh dari kata unggul karena berada jauh dibawah rata-rata negara lain," kata Indra kepada Medcom.id, Rabu 21 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Direktur Pendidikan Vox Populi Institute Indonesia itu, pembenahan bisa dimulai dari pendidikan literasi dan numerasi. Indonesia masih tampak lemah pada dua dasar pendidikan ini.
 
Dia membeberkan hasil kajian Bank Dunia menyebut kemampuan literasi dan numerasi Indonesia dibahasakan sebagai functionally illiterate. Artinya, orang Indonesia bisa membaca, tetapi tidak paham makna dari apa yang dibaca.
 
"Dari sana diartikan SDM Indonesia tidak mampu untuk belajar apapun karena tidak paham. Tidak mampu belajar artinya bukanlah SDM yang unggul," ungkap Indra.
 
Baca: Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf: Pendidikan Alat untuk Membajak Krisis
 
Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf memasuki usia setahun pada 20 Oktober 2020. Kantor Staf Presiden (KSP) merilis laporan tahunan pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden 2020. Dalam laporan Periode kedua dari Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin itu juga dijelaskan, jika di tengah krisis, pendidikan masih tetap mendapat perhatian.
 
Bahkan, pendidikan menjadi alat untuk membajak krisis. Sebab pendidikanlah yang mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia guna mencapai visi Indonesia Maju 2045.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif