Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih. Zoom
Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih. Zoom

Hingga 17 Januari, Masuk Kampus Unair Harus Bawa Hasil Swab

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi UNAIR
Antara • 05 Januari 2021 21:19
Surabaya: Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melakukan pembatasan kegiatan di kampus selama dua pekan, mulai 3 Januari 2021 hingga 17 Januari 2021. Kebijakan ini dibuat untuk mencegah penularan covid-19 yang saat ini kembali meningkat.
 
"Kami mengeluarkan surat edaran kepada sivitas Unair untuk bekerja dari rumah mengantisipasi penularan covid-19 usai libur akhir tahun," ujar Rektor Unair Mohammad Nasih di Surabaya, Selasa, 5 Januari 2021.
 
Ia mengatakan kebijakan tersebut diambil karena tidak mengetahui kegiatan staf dan akademisi selama beberapa hari libur menjelang akhir tahun. Nasih menyebut pembatasan bukan serupa 'lockdown'.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bukan lockdown, hanya saja kami tidak tahu dua pekan terakhir saat liburan panjang staf ke mana saja pergi dan berliburnya. Oleh karena itu, sebelum ke kampus, kami minta memastikan yang bersangkutan tidak membawa virus yang berpotensi menular," ucap dia.
 
Selama waktu pembatasan, sivitas Unair bisa datang ke kampus jika membawa tes usap PCR dengan hasil negatif. Tes usap ini dilakukan maksimal H-7 sebelum datang ke kampus. Jika tidak berkenan melakukan, maka diminta untuk bekerja di rumah untuk sementara.
 
"Kami mengikuti perkembangan covid-19, karena sedang ada peningkatan kasus, maka kami mencegah adanya kegiatan di kampus yang bisa jadi penyebaran virus corona," ujarnya.
 
Baca: Kasus Covid-19 Melonjak, Madrasah di Pamekasan Setop PTM
 
Nasih mengakui sejumlah sivitas Unair positif covid-19. Namun, hal tersebut tak lepas dari mobilitas mereka di luar kampus.
 
"Tidak mungkin juga Unair steril, pasti ada. Penanganan kami serahkan, tergantung lokasinya, misal rumahnya di Sidoarjo ya ditangani Pemerintah Kabupaten Sidoarjo," tuturnya.
 
Meski membatasi kegiatan di kampus, Nasih tidak melarang jika ada dosen dan mahasiswa yang bertemu untuk melakukan konsultasi tugas akhir. Terpenting, kedua pihak bersedia dan menerapkan protokol kesehatan.
 
"Kebijakan kerja dari rumah ini fleksibel, akan melihat perkembangan covid-19 juga. Apalagi saat ini tidak ada kegiatan belajar mengajar, jadi tugas-tugas bisa dikerjakan secara daring," katanya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif