Ilustrasi. Foto: Antara/Rahmad
Ilustrasi. Foto: Antara/Rahmad

389 Warga Pesantren Benda Tasikmalaya Positif Covid-19, Aktivitas Pondok Dihentikan

Pendidikan Virus Korona pondok pesantren
Antara • 23 Februari 2021 20:41
Tasikmalaya: Pondok Pesantren Benda di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat ditutup sementara untuk mencegah penularan covid-19. Pasalnya, ada santri dan pengajar di pesantren itu yang terpapar covid-19.
 
"Sementara pesantren 'off' dulu sambil melihat situasi dan perkembangan, belajar masih daring dulu," kata Pimpinan Pesantren Persis 67 Benda Kota Tasikmalaya Asep Abdul Hamid kepada wartawan di Tasikmalaya, Selasa, 23 Februari 2021.
 
Ia menjelaskan keputusan menutup akses untuk umum dan menghentikan segala kegiatan di lingkungan pesantren itu untuk mencegah dan memutus rantai penularan covid-19 di pesantren. Menurut dia, santri dan pengajar yang terpapar covid-19 kondisinya sudah kembali sehat, dan sebagian sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang kita masih proses pemulangan, rencana semua yang isolasi di pesantren semua akan dipulangkan," katanya.
 
Ia mengatakan bahwa lingkungan pondok pesantren akan dilakukan sterilisasi agar terbebas dari penularan wabah tersebut. Belum diketahui kapan pesantren akan dibuka kembali.
 
"Saya belum bisa memastikan sampai kapan kegiatan di pesantren dihentikan, kita perlu sterilisasi terlebih dahulu, kita sekarang fokus pemulihan dulu," ungkapnya.
 
Ia menyebutkan santri yang saat ini sudah dipulangkan sebanyak 99 santri putra dan 72 santri putri. Kemudian 27 pengajar, dan dua orang karyawan. Mereka yang diperbolehkan pulang sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan selesai menjalani isolasi selama 14 hari.
 
Baca: 12 Siswa SD di Ternate Terpapar Covid-19 Usai Pembelajaran Tatap Muka
 
Sebelum kegiatan pesantren dibuka, kata Asep Abdul Hamid , seluruh santri harus dalam kondisi sehat, dan akan lebih memperketat penerapan protokol kesehatan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di pesantren.
 
"Kita juga akan koordinasi dengan satgas setempat agar tak terjadi lagi kejadian seperti ini," katanya.
 
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra mengatakan jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di pesantren itu sebanyak 389 orang. Mereka yang terpapar positif covid-19 menjalani isolasi untuk mendapatkan perawatan medis di Hotel Crown, Rumah Sakit Dewi Sartika, dan Rumah Sakit Umum Dr Soekarjo Tasikmalaya.
 
"Sebagian besar mereka yang terpapar sudah berangsur sehat dan dinyatakan sembuh dari covid-19 hingga akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah dengan syarat menjalani isolasi mandiri di rumah," ujar Asep Hendra.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif