Menariknya, laga ini tidak hanya menyita perhatian karena deretan bintang yang berlaga di rumput stadion, melainkan juga karena atmosfer unik di bangku komentator. Pertandingan tersebut dipandu langsung oleh komentator yang membawakan jalannya laga menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris secara bergantian.
Gaya mengomentari pertandingan dengan bahasa asing ini sukses menghadirkan nuansa kompetisi internasional layaknya turnamen antarklub dunia. Penonton, baik yang hadir langsung di stadion maupun yang menyaksikan lewat layar kaca, disuguhi sensasi menonton sepak bola yang tegang namun sekaligus edukatif khas pondok pesantren modern.
Hujan 4 Gol Berkelas dan Suasana Tegang di Stadion
Laga eksibisi antara Timnas All Star vs Gontor FC berjalan dengan intensitas yang sangat tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Suasana di dalam stadion terasa begitu panas dan tegang karena kedua tim tampil menekan dan memperlihatkan aksi saling berbalas tendangan demi mencetak angka.Sesuai dengan ekspektasi para suporter, pertandingan ini berjalan sangat kompetitif dan menghibur dengan terciptanya 4 gol berkelas. Pihak panitia pun menyampaikan apresiasi tertinggi kepada perjuangan luar biasa dari kedua tim, serta seluruh suporter yang telah meramaikan dan menghidupkan atmosfer pertandingan, baik yang datang langsung ke stadion maupun yang menonton dari rumah.
Santri Juga Bisa Menjadi Pemain Nasional
Di balik keseruan jalannya pertandingan, esensi utama dari digelarnya Super Copa ini melampaui sekadar menang dan kalah. Dalam sesi pembukaan, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A., M.Ed., M.Phil., menegaskan pesan penting mengenai korelasi antara olahraga dan nilai-nilai kepesantrenan.Ia menyampaikan bahwa pertandingan olahraga merupakan media dakwah yang sangat efektif. Di dalam setiap dinamika permainan sepak bola, tertanam nilai-nilai pendidikan, jiwa perjuangan, serta semangat persatuan.
Lebih lanjut, Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi juga menyatakan keyakinannya terhadap potensi besar yang dimiliki oleh para santri. Gontor percaya bahwa para alumni yang memiliki bakat alami dan kemampuan di bidang sepak bola sangat mungkin untuk berkembang, bersaing, dan menjadi pemain yang bersinar di tingkat nasional di masa depan. Penggunaan bahasa Arab dan Inggris oleh komentator dalam laga Super Copa 100 Tahun Gontor bukan sekadar ajang pamer kemampuan, melainkan cerminan dari identitas Gontor yang selalu menekankan penguasaan bahasa internasional kepada para santrinya. Lewat sepak bola, Gontor membuktikan bahwa nilai-nilai modernitas, prestasi olahraga, dan dakwah islamiah dapat berjalan beriringan dengan sangat indah.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News