Hari ini, Selasa, 25 Agustus 2026, bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Umat Islam di seluruh Indonesia memperingati Maulid Nabi sebagai momen penting untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan.
Peringatan Maulid Nabi biasanya diisi dengan pembacaan selawat, ceramah keagamaan, doa bersama, hingga kegiatan budaya yang telah berlangsung secara turun-temurun di tengah masyarakat.
Keberagaman tradisi ini mencerminkan bagaimana masyarakat di berbagai daerah mengekspresikan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, tradisi tersebut juga menjadi sarana untuk mewariskan nilai sejarah, budaya, dan ajaran agama kepada generasi berikutnya.
Lantas, tradisi apa saja yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia di berbagai daerah? Simak selengkapnya dikutip dari Instagram @kemenkebud:
Tradisi Maulid Nabi di Indonesia
1. Grebeg Maulud
Melansir laman Taman Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta, tradisi Grebeg Maulud di Yogyakarta diramaikan dengan pertunjukan gamelan dan wayang kulit. Kegiatan ini menjadi media dakwah yang menyampaikan pesan moral dan religius dengan cara yang menarik dan edukatif.Upaya pelestarian tradisi ini terus dilakukan, terutama dengan melibatkan generasi muda serta pendokumentasian melalui berbagai media.
2. Panjang Jimat
Dikutip dari laman resmi Keraton Kanoman, tradisi Panjang Jimat di Cirebon merupakan ritual sakral yang diisi dengan rangkaian acara Pelal Ageng berupa puji-pujian kepada Rasulullah.Selain itu, terdapat Pawai Alegoris yang menampilkan peserta mengenakan jubah sebagai simbol penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
3. Maudu Lompoa
Melansir Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, tradisi Maudu Lompoa digelar di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Perayaan ini berlangsung setiap 29 Rabiul Awal dengan persiapan hingga 40 hari sebelumnya.Salah satu daya tarik utama adalah julung-julung, yakni perahu kayu berhias kain warna-warni yang berisi telur hias dan hasil bumi. Prosesi ini melambangkan masuknya Islam di wilayah tersebut.
4. Baayun Maulid
Tradisi Baayun Maulid berasal dari Kalimantan Selatan. Tradisi ini berupa kegiatan mengayun bayi atau anak usia dini di dalam masjid sambil dibacakan doa dan syair Islami. Kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berbakti kepada orang tua dan agama.5. Maulid Adat Bayan
Dikutip dari Jurnal Kewarganegaraan, di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, terdapat tradisi Maulid Adat Bayan. Rangkaian acaranya meliputi menumbuk padi, menghias masjid kuno dengan iringan gamelan adat, hingga prosesi Peresean.Puncak acara diisi dengan doa selamat yang dipadukan dengan doa Jawa Kuno sebagai bentuk persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
6. Endhog-Endhogan
Melansir dari Jurnal Dinar, tradisi Endhog-Endhogan berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Tradisi ini menggunakan telur yang dihias dan ditancapkan pada batang pohon pisang yang disebut jodhang.Jodhang kemudian diarak keliling kampung dengan iringan musik hadrah, menciptakan suasana meriah dan penuh kebersamaan.
7. Coka Iba
Tradisi Coka Iba berasal dari Halmahera Tengah, Maluku Utara. Tradisi ini melibatkan 99 peserta bertopeng yang melambangkan Asmaul Husna.Rangkaian kegiatan dimulai sejak 10 Rabiul Awal dan ditutup pada 12 Rabiul Awal dengan pembacaan riwayat Nabi, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
8. Male
Tradisi Male di Loloan Timur, Kabupaten Jembrana, Bali, merupakan hasil akulturasi budaya Melayu, Bugis, Makassar, dan Arab. Tradisi ini telah berkembang sejak masuknya Islam ke wilayah tersebut pada 1669.Ritualnya meliputi pemotongan rambut bayi serta penyajian sesaji berupa telur rebus yang disusun pada berbagai bentuk seperti masjid, rumah, atau kapal.
9. Maulidan Salabose
Tradisi Maulidan Salabose berasal dari Sulawesi Barat. Tradisi ini memadukan nilai keagamaan dan budaya lokal Mandar melalui pembacaan Al-Qur'an, pertunjukan kuda menari, serta arak-arakan.Ciri khasnya adalah hiasan pohon pisang dengan telur, ketupat, dan berbagai ornamen simbolik. Pada puncak acara, masyarakat berebut telur dan ketupat sebagai simbol keberkahan.
Tradisi sebagai warisan lintas generasi
Beragam tradisi Maulid Nabi di Indonesia menunjukkan kekayaan budaya yang dipengaruhi oleh sejarah dan karakter masyarakat setempat. Setiap tradisi memiliki makna, simbol, dan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.Selain sebagai bentuk perayaan keagamaan, tradisi ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi untuk mengenalkan nilai-nilai budaya, sejarah, dan agama kepada masyarakat luas. Melalui pelestarian tradisi ini, masyarakat diharapkan dapat terus menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan religius dalam kehidupan sehari-hari.
Nah, itulah 9 tradisi yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia di berbagai daerah. Jadi, di daerah kamu biasanya ada kegiatan apa?
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda