Peluncuran S2 Hukum Bisnis Binus University. Foto: Binus
Peluncuran S2 Hukum Bisnis Binus University. Foto: Binus

Gak Harus Sarjana Hukum! Lintas Jurusan Bisa Lanjut S2 Hukum Bisnis di BINUS

Citra Larasati • 29 Juni 2026 06:00
Ringkasnya gini..
  • BINUS buka Magister Hukum Bisnis berfokus pada AI dan Cyber Law.
  • Menariknya, lulusan non-hukum bisa daftar.
  • S2 Hukum Bisnis BINUS tawarkan kuliah hybrid 18 bulan untuk cetak pakar hukum di era disrupsi ekonomi digital.
Jakarta: Lanskap bisnis global kini tengah dirombak habis-habisan oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan masifnya arus ekonomi digital. Disrupsi ini memicu rentetan tantangan baru, mulai dari ancaman keamanan siber, perlindungan data pribadi, hingga sengkarut regulasi perdagangan lintas negara.
 
Kondisi ini menyadarkan industri bahwa talenta yang sekadar hafal pasal tak lagi cukup. Profesional modern dituntut melek teknologi sekaligus lincah bermanuver di ranah hukum internasional.
 
Merespons urgensi ini, BINUS University melalui BINUS Graduate Program resmi meluncurkan Magister Hukum Bisnis (Master of Business Law). Menariknya, program S2 ini mendobrak sekat tradisi akademik karena terbuka bagi lulusan sarjana (S1) dari segala disiplin ilmu.

Fokus pada Cyber Law dan Akselerasi Karier

Program teranyar ini didesain tajam mengupas hukum perdagangan internasional, Cyber Law, ICT Law, hingga Digital Forensics. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dari latar belakang IT, komunikasi, ilmu pemerintahan, hingga bisnis bisa mempertajam wawasan hukum mereka di ekosistem bisnis modern.

Ditambah dengan skema hybrid learning dan masa studi singkat selama 18 bulan, program ini sangat ramah bagi profesional yang ingin mengakselerasi pendidikan tanpa perlu meninggalkan jejak karier mereka.
 
Acara peluncuran S2 Hukum Bisnis ini dihelat di Kampus BINUS @Kemanggisan, Jakarta Barat. Turut hadir deretan figur krusial, mulai dari Direktur BINUS Graduate Program Prof. Dr. Sani M. Isa, Sekjen DPN PERADI Dr. Hermansyah Dulaimi, hingga Ketua Komisi III DPR RI Dr. Habiburokhman dan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri.
 
Dalam sesinya, para narasumber sepakat bahwa regulasi dan sumber daya manusia di Indonesia harus berlari kencang agar tak tergilas roda transformasi digital yang kian mendikte investasi dan perdagangan global. Hukum dituntut elastis dan adaptif menjawab denyut kebutuhan dunia usaha.

Hukum di Era Ekonomi Digital

Rangkaian peluncuran makin berbobot dengan hadirnya talkshow bertajuk ‘Law in the Age of AI and Digital Economy in International Trade’.
 
Panelis yang hadir, seperti CEO Perqara Yakup Putra Hasibuan, Dosen Hubungan Internasional BINUS Dr. Tia Mariatul Kibtiah, dan Dosen Business Law BINUS Dr. Muhammad Reza Syariffudin Zaki, membedah tuntas berbagai isu kontemporer. Mereka mengulas bagaimana geopolitik, konflik global, dan penetrasi teknologi mengubah cara perusahaan merampungkan sengketa bisnis dan membentuk regulasi baru dewasa ini.
 
Terkait lahirnya program strategis ini, Head of Program Master of Business Law BINUS University, Prof. Dr. Shidarta, S.H., M.Hum. menegaskan visi besarnya.
 
“Dengan diluncurkannya Magister Hukum Bisnis/Master of Business Law, kami berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi profesional yang mampu memahami kompleksitas hubungan antara hukum, bisnis, teknologi, dan dinamika global, sekaligus menghadirkan solusi yang relevan bagi perkembangan industri dan masyarakat,” ujar Shidarta.
 
Penerimaan mahasiswa angkatan perdana untuk periode perkuliahan September 2026 saat ini telah dibuka. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen berkelanjutan BINUS University dalam memberdayakan masyarakat guna membangun Nusantara.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA