Karya tersebut diberi nama Tari Laras Depokyan dan disiapkan sebagai salah satu bentuk seni pertunjukan yang merepresentasikan kekayaan budaya Depok. Ke depan, tarian ini diharapkan dapat diperkenalkan di sekolah-sekolah dan sanggar sebagai materi pembelajaran serta muatan lokal.
Penciptaan Tari Laras Depokyan merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang mendapat dukungan hibah Kemendiktisaintek. Program tersebut diketuai Guru Besar UNJ, Dinny Devi Triana.
Gabungkan Budaya Betawi dan Sunda
Ketua Sanggar Tari Larasati, Kurniawan, menjelaskan Tari Laras Depokyan lahir dari upaya mengeksplorasi identitas budaya Depok yang berada di antara pengaruh budaya Betawi dan Sunda.Menurutnya, posisi geografis Depok yang berada di persimpangan dua kebudayaan tersebut membuat identitas budaya kota perlu terus digali dan diperkuat melalui karya seni.
“Kota Depok secara geografis berada di persimpangan suku Betawi dan suku Sunda. Ini menyebabkan seni budaya Kota Depok mengalami kesulitan dalam mengungkap identitas atas jati diri khas Kota Depok,” kata Kurniawan, Selasa (18/8/2026).
“Program ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menumbuhkan identitas seni budaya Kota Depok,” lanjutnya.
Melalui proses tersebut, Tari Laras Depokyan diharapkan dapat menjadi karya yang mencerminkan karakter masyarakat serta lingkungan budaya Depok.
Disiapkan Jadi Materi Pembelajaran di Sekolah
Tidak berhenti sebagai pertunjukan, karya tari tersebut juga diarahkan menjadi materi pembelajaran seni budaya bagi siswa.Materi Tari Laras Depokyan nantinya dapat dimanfaatkan oleh sekolah maupun sanggar tari di Kota Depok. Bahkan, karya tersebut direncanakan menjadi salah satu materi lomba yang diselenggarakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMP Kota Depok.
Langkah tersebut diharapkan membuat karya tari ini lebih mudah dikenal dan dipelajari oleh generasi muda.
“Melalui kurasi digital, tercipta karya tari monumental yang dapat digunakan secara internasional dan menyediakan materi sebagai materi muatan lokal untuk sekolah dan sanggar di Kota Depok,” ujar Kurniawan.
Berpeluang Diperkenalkan ke Dunia Internasional
Tari Laras Depokyan juga tidak hanya diproyeksikan untuk diperkenalkan di lingkungan pendidikan dan masyarakat Depok.
Tim PISN bersama Sanggar Tari Larasati membuka peluang agar karya tersebut dapat diperkenalkan ke tingkat internasional melalui proses kurasi dan dokumentasi digital.
Jika terealisasi, karya ini diharapkan dapat memperkaya representasi budaya di kawasan Jabodetabek sekaligus memperkenalkan Depok melalui pendekatan seni pertunjukan.
Berawal dari Perencanaan hingga Pementasan
Proses penciptaan Tari Laras Depokyan telah berlangsung sejak Maret 2026. Tahap awal dimulai dengan perencanaan dan penyamaan persepsi secara daring pada 5 Maret 2026.Program kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi kepada MGMP Seni Budaya SMP Kota Depok pada 23 April 2026.
Sementara itu, proses rancangan koreografi, penetapan kostum, hingga latihan berlangsung sejak 20 Juni hingga 13 Agustus 2026.
Tahap berikutnya adalah audiensi dengan Lembaga Kebudayaan Depok (LKD) dan sejumlah pihak terkait pada September mendatang. Audiensi tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekognisi terhadap Tari Laras Depokyan sebagai karya seni yang memiliki kekhasan Kota Depok.
Setelah seluruh proses tersebut, karya Tari Laras Depokyan direncanakan mulai dipentaskan pada Oktober 2026.
Harapan Jadi Warisan Budaya Depok
Ketua Program PISN, Dinny Devi Triana, berharap Tari Laras Depokyan dapat berkembang menjadi karya seni yang mudah diterima dan dipelajari masyarakat.Menurutnya, keberadaan karya tersebut akan semakin bermakna apabila dapat diterapkan dalam pembelajaran seni budaya di berbagai jenjang pendidikan dan sanggar.
“Muaranya adalah tarian ini dapat menjadi pembelajaran di sekolah-sekolah baik SMP, SMA maupun di sanggar-sanggar. Semoga tarian ini berkenan dan mudah untuk dipelajari,” kata Dinny.
Dengan perpaduan unsur budaya Betawi dan Sunda, Tari Laras Depokyan diharapkan tidak hanya menjadi karya seni baru, tetapi juga menjadi salah satu simbol yang memperkuat identitas budaya Kota Depok.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda