Mahasiswa Unisma Gagas <i>Rainbow Plant City</i>
Tiga mahasiswa Unisma penggagas konsep Rainbow Plant City, bersama dosen pembimbing (baju merah), Humas Unisma.
Jakarta: Tingkat polusi dan menjamurnya gedung berkaca di perkotaan, serta dampaknya pada pemanasan global menimbulkan keresahan tiga mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma).  Kegelisahan itu yang kemudian melatarbelakangi ketiganya mengajukan proposal untuk proyek Rainbow Plant City.

Ketiga mahasiswa MIPA Unisma tersebut adalah Qudrati Rohmah, Fatimatus Zahrotul Husna, dan Malia Anjani di bawah bimbingan dosen, Hasan Zayadi. Gagasan tersebut berjudul Rainbow Plant City, sebuah konsep penataan kota futuristik berbasis kawasan pelangi, sebagai solusi meminimalisir perubahan iklim global. 


"Gagasan ini muncul, karena pembangunan yang berjalan saat ini tidak dibarengi dengan pertambahan lahan terbuka hijau yang memadai.  Itu karena tidak adanya lahan tersedia" ungkap Ketua Tim, Qudrati Rohmah dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018.

Untuk menyiasati hal itu, ketiganya ikut dalam Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM-GT).  Proposal itu kemudian sukses, menjadi salah satu proposal yang lolos didanai. 

“Andalan konsep ini adalah penggabungan model vertikal gardendan sumur resapan," katanya.

Baca: Cum Laude di Universitas Al-Azhar Dapat Bonus Berhaji

Di mana nantinya, gedung-gedung di perkotaan, akan diberikan talang yang di atasnya siap mengalirkan air ke bawah, langsung ke dalam sumur resapan. Air yang ada di sumur resapan (biopori) tersebut, dapat digunakan untuk menyemprot tanaman vertikal garden dengan konsep penyiraman tegak, menggunakan prinsip tekanan aliran.

Penyiraman tanaman akan dilakukan setiap pagi hari, di sisi arah datangnya cahaya matahari.  "Sehingga akan menimbulkan efek pelangi, akibat pembiasan cahaya matahari ke air," terang Qudrati.

Harapannya, gagasan ini bisa diterapkan di kota-kota besar di Indonesia.  Selain bisa menjadi salah satu destinasi wisata edukasi konservasi air, juga dapat memanfaatkan lahan minim dengan hasil sebesar-besarnya.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id