Isodel 2021. Dok Kemendikbudristek.
Isodel 2021. Dok Kemendikbudristek.

Konten Hingga Etika Digital Dikupas dalam Isodel 2021

Pendidikan Pembelajaran Daring Digitalisasi Sekolah Digitalisasi Pendidikan
Arga sumantri • 07 Desember 2021 15:33
Jakarta: Konten hingga etika digital menjadi salah satu fokus pembahasan International Open, Distance, And e-Learning Symposium, (ISODEL) 2021, beberapa waktu lalu. Kedua hal ini dinilai penting dipahami guna mendukung pembelajaran di masa pandemi.
 
Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) Ahli Utama, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Purwanto meminta pendidik mulai mengubah metode pembelajaran di satuan pendidikan. Menurutnya, pandemi covid-19 telah menunjukkan sebuah pembelajaran yang perlu dirancang agar dapat menarik minat peserta didik lebih besar lagi.
 
"Pemanfaatan konten digital yang begitu beragam dapat menjadi pilihan bagi pendidik," kata Purwanto dalam keterangannya, Selasa, 7 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, pendidik harus pintar memanfaatkan teknologi dalam menyampaikan materi pembelajaran. Salah satunya, dengan merekam proses pembelajaran yang kemudian dibagikan melalui berbagai kanal yang ada, sehingga dapat dimanfaatkan oleh orang banyak.
 
Kemudian, Project Officer- ITU Regional Office Asia and Pacific Cheng Yu, menyoroti keamanan anak dalam mengakses teknologi digital. Cheng Yu memaparkan data banyaknya ancaman bagi anak saat mengakses konten digital secara daring. 
 
Tak dapat dipungkiri dunia telah bertumbuh bersama dengan keberadaan internet. Namun, di sisi lain terdapat risiko yang harus diwaspadai bagi anak selama mengakses internet.
 
Risiko itu adalah konten yang berisi tindakan kekerasan, seksualitas hingga ancaman pencurian data pribadi. Oleh karenanya, ITU sebagai lembaga yang berfokus dalam keamanan digital antarnegara telah mengeluarkan panduan keamanan daring anak (Guidelines Online Child Protection) di tahun 2020.
 
"Melalui panduan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keamanan siber sejak usia dini," ucap Cheng Yu.
 
Baca: Resmi Ditutup, Ini 11 Rekomendasi ISODEL 2021
 
Ia menekankan, peran orang tua sangat diharapkan dalam membimbing dan mengawasi anak agar tidak menjadi korban para predator anak yang sudah merambah dunia digital. Ia berharap Indonesia pun dapat memiliki panduan keamanan siber untuk melindungi masyarakat, terutama anak dan perempuan.
 
Narasumber lainnya, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh menyebut, etika menjadi hal penting yang perlu ditanamkan dengan adanya pembelajaran daring. Ia pun menekankan pendidik agar dapat menanamkan nilai-nilai etika selayaknya para pemelajar.
 
"Tantangan kita adalah ketika bertemu secara virtual tetap bisa meletakkan etika dalam pendidikan atau memiliki sopan santun, sehingga siapapun yang mengikuti pertemuan atau pembelajaran daring, semua bisa tetap menyalakan kamera," ungkap Zudan.
 
Ia menyebut, pendidikan bisa berjalan baik jika etika pembelajaran daring berhasil dijaga. Tanpa itu semua, ia menilai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak akan berjalan baik. "Kata kuncinya adalah disiplin dalam belajar," ujar Zudan.
 
Konten hingga etika digital ini jadi fokus pembahasan pada hari kedua pelaksanaan Isodel 2021, 2 Desember 2021. Hadir pula narasumber lainnya, antara lain Konselor pendidikan Kedutaan Besar Australia Han Xiao Zang, edX head of South East Asia Amit Goyal, Project Officer- ITU Regional Office Asia and Pacific Cheng Yu. 
 
Turut pula memberikan materi, CEO organisasi masyarakat I Love Dyslexia Angelikki Pappa,  Director of Digital innovation University Design Institute Arizona State University Dale Johnson, Aldriano Medise dari Epson Indonesia, serta Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Kemendikbudristek Beni Bandanadjaya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif