Ledakan Supernova berasal dari Batas Chandrasekhar yang disebabkan oleh kelebihan massa inti bintangnya. Lantas, apa itu Batas Chandrasekhar? Berikut pengertian dan asal usulnya:
Pengertian
Melansir Instagram @kemdikbud.ri, Batas Chandrasekhar merupakan massa maksimum bintang kerdil putih agar tetap stabil dan tidak meledak menjadi supernova. Massa maksimum tersebut sebesar sekitar 1,4 kali dari massa matahari.Jika massa inti bintang melebihi Batas Chandrasekhar, inti bisa runtuh ataupun meledak. Bahkan, kolaps menjadi lubang hitam apabila massa melebihi tiga kali massa matahari.
Asal Usul
Pada 1930, penemu Batas Chandrasekhar adalah Subrahmanyan Chandrasekhar, seorang astrofisikawan keturunan India-Amerika Serikat (AS). Ia menemukan teori batas massa saat berusia 19 tahun.Dengan teori relativitas khusus Albert Einstein dan prinsip-prinsip fisika kuantum, Chandrasekhar menunjukkan tidak mungkin bagi bintang kerdil putih bisa stabil bila massa lebih besar dari 1,4 kali massa matahari.
Maka, bintang dengan massa di bawah 1,4 kali massa matahari akan menjadi kerdil putih setelah kehabisan bahan bakar fusi nuklir. Itulah penjelasan soal Batas Chandrasekhar, semoga informasi ini bermanfaat yaa. (Theresia Vania Somawidjaja)
| Baca juga: Jumlah Sampah Antariksa Meningkat, Ini Potensi Bahayanya Bagi Indonesia |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda