Pelantikan pejabat di lingkungan Kemendikbud. Foto: Dok. Kemendikbud
Pelantikan pejabat di lingkungan Kemendikbud. Foto: Dok. Kemendikbud

Kemendikbud Kaget Ada Gratifikasi THR di Lingkungannya

Pendidikan OTT KPK THR UNJ
Ilham Pratama Putra • 22 Mei 2020 11:21
Jakarta: Pelaksana tugas (Plt.) Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengaku terkejut atas terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan gratifikasi dalam bentuk Tunjangan Hari Raya (THR) di lingkungannya. Nizam menyayangkan kejadian gratifikasi THR dari UNJ tersebut jika sampai dugaan itu terbukti benar.
 
"Saya sangat kaget dan prihatin dengan kejadian tersebut. Semoga ini kejadian pertama dan terakhir," kata Nizam kepada Medcom.id, Jumat 22 Mei 2020.
 
Atas kejadian itu, Nizam mewanti perguruan tinggi dan para pimpinan agar menghindari tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Dia meminta kampus tidak dijadikan tempat penyemaian uang haram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan juga seluruh jajaran di direktorat jenderal pendidikan tinggi untuk menjauhi KKN. Jangan pernah berpikir untuk KKN. Berikan layanan prima tanpa pamrih," ujar Nizam.
 
Selanjutnya Nizam meminta seluruh pihak untuk bersikap kooperatif kepada penegak hukum. Agar proses hukum berjalan dengan baik.
 
Baca juga:OTT Kemendikbud dan Rektor UNJ Dilimpahkan ke Polri
 
Saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan kasus operasi tangkap tangan (OTT) Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Komarudin dan beberapa pejabat Kemendikbud ke polisi. Alasannya belum ada unsur-unsur yang cukup untuk bisa ditangani KPK.
 
"Bahwa setelah dilakukan permintaan keterangan, belum ditemukan unsur pelaku penyelenggara negara," kata Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto di Jakarta, Kamis 21 Mei 2020.
 
Dugaan kasus rasuah ini bermula pada 13 Mei 2020. Saat itu, Komarudin meminta Dekan Fakultas dan Lembaga di UNJ mengumpulkan uang THR masing-masing Rp5 juta melalui Dwi Achmad Noor. THR dari UNJ itu rencananya akan diserahkan ke Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM di Kemendikbud.
 
Pada 19 Mei 2020, terkumpul uang Rp55 juta dari urunan delapan fakultas, dua lembaga penelitian, dan Pascasarjana UNJ. Pada 20 Mei 2020, Dwi membawa uang urunan Rp37 juta ke kantor Kemendikbud. Kepala Biro SDM Kemendikbud, Diah Ismayanti sudah menerima Rp5 juta dari Dwi.
 
"Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud Tatik Supartiah (diberikan uang) sebesar Rp2,5 juta, serta Parjono dan Tuti (staf SDM Kemendikbud) masing-masing sebesar Rp1 juta. Setelah itu Dwi Achmad Noor diamankan tim KPK dan Itjen Kemendikbud," ujar Karyoto.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif