Ilustrasi. Foto: Kemendikbud/Humas
Ilustrasi. Foto: Kemendikbud/Humas

Empat Politeknik Buka Program S-2 Terapan

Pendidikan Pendidikan Tinggi Pendidikan Vokasi
Citra Larasati • 29 Mei 2020 10:16
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka program Pascasarjana (S2) Terapan di empat Politeknik Negeri untuk menjawab tantangan zaman. Program Magister Terapan ini diterapkan dengan menggunakan model Rekayasa Teknologi Berbasis Penyelesaian Permasalahan atau Engineered Technology Based Problem Solving.
 
Wikan menyebut, Kemendikbud terus mendorong agar seluruh prodi vokasi mulai dari level pendidikan menengah (SMK), level undergraduate (D1, D2, D3 dan Sarjana Terapan) sampai dengan level postgraduate (Magister/S2 Terapan dan Doktor/S3 Terapan) dapat membangun link and match dengan industri.
 
"Yang menurut Mendikbud diistilahkan 'pernikahan massal' antara dunia pendidikan dengan dunia kerja,"kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbud, Wikan Sakarinto dalam keterangannya, Jumat, 29 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keempat perguruan tinggi vokasi yang membuka Program Magister Terapan tahun ini adalah Politeknik Negeri Padang (prodi Sistem Informasi Akuntansi), Politeknik Negeri Lampung (Ketahanan Pangan), Politeknik Negeri Medan (Sistem Informasi Akuntansi), dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (Teknik Keselamatan dan Risiko).
 
"Termasuk program Magister Terapan, yang dibuka ini juga sudah dipastikan ‘menikah’ dengan industri dan dunia kerja. Seiring perjalanan waktu harus semakin dalam dan jauh," tutur Wikan.
 
Baca juga: Vokasi dan Industri Didorong Punya Perjanjian Penyerapan Lulusan
 
Ia berharap pihak industri sudah terlibat dari awal. Mulai dari proses pembelajaran, kegiatan riset terapan, program pengabdian masyarakat, sampai dengan dukungan pembiayaan, sarana dan prasarana, hingga beasiswa.
 
"Pihak industri dan calon pengguna lulusan sudah terlibat dari awal, peserta didik diterima menjadi mahasiswa hingga lulus dari kampus," imbuh Wikan.
 
Lebih lanjut, Wikan memaparkan, bahwa S-2 Terapan ini harus mampu menjawab tantangan zaman pascapandemi. Ada kesempatan sangat besar di waktu yang sangat berisiko, yaitu bagaimana lulusan S-2 Terapan itu mampu menjawab tantangan perubahan zaman ini.
 
"Dengan demikian program ini memberikan kesempatan para mahasiswa untuk mengetahui permasalahan secara komprehensif, serta untuk menyiapkan tenaga kerja yang sangat profesional yang dapat berkontribusi dalam pengembangan industri di Indonesia," ucap Wikan.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif