Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Metode Belajar Daring yang Tepat Kurangi Risiko 'Learning Loss'

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Pembelajaran Daring
Citra Larasati • 27 November 2020 14:48
Jakarta:  Para pendidik harus mencari strategi yang tepat untuk diaplikasikan dalam sistem belajar mengajar selama pandemi covid-19.  Hal itu diperlukan agar mahasiswa meraih hasil belajar yang optimal di akhir perkuliahan sekaligus menghindari terjadinya learning loss.
 
Dewan Penasihat Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan Indonesia (APS-TPI), Uwes Anis Chaeruman mengatakan, ada anggapan yang kurang pas dalam memaknai sistem pembelajaran daring yang sudah sekitar delapan bulan ini berlangsung di Tanah Air.  Masyarakat menilai ini hanyalah sebatas dampak dari terjadinya pandemi covid-19 di Indonesia juga di seluruh dunia.
 
Padahal, kata Uwes, sistem pembelajaran daring ini justru merupakan potret belajar di masa depan.  “Pemerintah dan pihak pendidikan tinggi sudah merencanakan metode Pembelajaran Jarak Jauh dari beberapa tahun lalu. Dengan metode PJJ sistem belajar mengajar akan lebih mudah diaplikasikan dengan baik,” ujar Uwes dalam webinar 'Langkah Sukses Memenuhi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang diadakan Sentra Vidya Utama (SEVIMA), Kamis, 26 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Uwes kemudian membagi metode belajar daring ke dalam dua jenis, yaitu synchronous learning dan asynchronous learning. Synchronous learning merupakan metode yang digunakan para pengajar melalui pembahasan perkuliahan secara langsung baik melalui live synchronous learning (tatap muka) dan virtual synchronous (tatap maya).
 
Baca juga:  UI Tuan Rumah Kontes Mobil Hemat Energi 2020
 
Sedangkan asynchronous metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi modern seperti aplikasi dan fitur-fitur tertentu. "Asynchronous dibagi dua yaitu self directed asynchronous dan collaborative asynchronous. Self directed asynchronous merupakan metode pembelajaran yang bisa dilakukan secara mandiri dan bisa diakses di mana saja dan kapan saja. Metode ini sangat cocok diaplikasikan selama masa pandemi," ungkapnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Dosen Hubungan Internasional dan Tim Pengembang Konten E-Learning IAIN Parepare, Syarif Iqbal mengatakan, menemukan metode pembelajaran daring yang tepat untuk mahasiswa tidak mudah. Menurutnya, di era digital, kesenjangan teknologi antargenerasi menjadi salah satu halangan terbesar.
 
"Salah satu cara yang  bisa dilakukan dengan menerapkan pembelajaran melalui media yang sedang digandrungi mahasiswa," kata Iqbal.
 
Menurut Muhammad Haramain, salah satu Tim Pengembang E-Learning IAIN Parepare, aktivitas pembelajaran daring telah diimplementasikan dengan baik di kampus IAIN Parepare sejak 2010. Media pembelajaran yang digunakan IAIN Parepare adalah Edlink yang telah diunduh lebih dari 150 ribu mahasiswa dan tujuh ribu dosen di seluruh Indonesia.
 
“Adanya Edlink di sini sangat memacu semangat kami dalam melakukan pembelajaran online. Kami merasa sangat terbantu dengan penggunaan aplikasi ini," tutur Haramain.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif