Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Ragam Pusaka Pangeran Diponegoro Bakal Dipamerkan

Pendidikan kebudayaan Pekan Kebudayaan Nasional
Ilham Pratama Putra • 29 Oktober 2020 14:04
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro, dengan tema "Pamor Sang Pangeran". Gelaran itu merupakan rangkaian dari kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2020.
 
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid mengatakan, terdapat perbedaan pada pameran kali ini. Perkenalan dengan kekayaan budaya Indonesia pada PKN 2020 ini dilakukan secara daring akibat pandemi covid-19.
 
"Upaya untuk memperkenalkan secara langsung koleksi yang berharga kepada publik. Kita menggunakan media baru untuk mengomunikasikan kekayaan kita kepada masyarakat," kata Hilmar dalam pembukaan Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro, Rabu, 28 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pameran pusaka milik Pangeran Diponegoro tentu memiliki daya tarik tersendiri. Sebab benda pusaka yang salah satunya keris ini sempat berada di Belanda.
 
"Pada 5 Maret 2020 lalu, kita berhasil memulangkan keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro yang selama 137 tahun disimpan di Museum Volkenkunde, Leiden Belanda," ujar Hilmar.
 
Baca juga:Pertama Kali, Unpad Masuk THE World University Rankings by Subject
 
Hilmar menyebut, masyarakat perlu tahu berbagai pusaka tersebut. Agar masyarakat semakin sadar tentang sejarah serta kebudayaan Indonesia.
 
"Kita ingin agar benar-benar koleksi kita bisa diminati publik, tidak lain untuk memajukan pemahaman sejarah dan kebudayaan Indonesia secara utuh," terang Hilmar.
 
Hilmar menyebut, kembalinya keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman ke Tanah Air terasa spesial. Sebab, untuk pertama kalinya pula keris itu tampil di depan publik.
 
"Kepulangan benda-benda pusaka milik Pangeran Diponegoro tak lepas dari perjuangan dan pendekatan yang dilakukan oleh pihak museum di Indonesia dan Belanda. Didukung data-data dan berbagai bukti sejarah," ungkapnya.
 
Pameran pusaka ini bakal berlangsung mulai 31 Oktober-26 November 2020 di Museum Nasional. Pelaksanaan pameran bakal diterapkan protokol kesehatan yang ketat.
 
Pengunjung dapat melihat pameran pada pukul 10.00 hingga 16.00 WIB dan dibagi dalam lima sesi dengan durasi tiap sesi satu jam. Dalam satu sesi, pengunjung yang boleh masuk hanya 25 orang. Pengunjung diwajibkan mendaftarkan diri secara online di laman website PKN yakni PKN.id.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif