Perwakilan perguruan tinggi indonesia yang berangkat ke University of Granada, Spanyol. Foto: Humas Dikti
Perwakilan perguruan tinggi indonesia yang berangkat ke University of Granada, Spanyol. Foto: Humas Dikti

Wow, 7 Perguruan Tinggi Indonesia Terbang ke University of Granada Spanyol

Citra Larasati • 03 Oktober 2022 21:00
Jakarta:  Sebanyak tujuh perguruan tinggi dari Indonesia dan tiga perguruan tinggi dari Uni Eropa mendapatkan hibah Penguatan Kepemimpinan dan Manajemen Perguruan Tinggi dari Erasmus+ Uni Eropa.  Perguruan tinggi tersebut terlibat dalam program Indonesia Higher Education Leader (iHiLead).
 
Ketujuh perguruan tinggi Indonesia tersebut adalah President University, Universitas Ahmad Dahlan,  Universitas Islam Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Padjajaran dan STIE Malangkucewara. Sementara, tiga perguruan tinggi asing terdiri dari University of Gloucestershire, International School for Business and Social Studies (ISBSS) dari Slovenia, dan University of Granada dari Spanyol. 
 
Tujuh perguruan tinggi Indonesia tersebut mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan dan manajemen perguruan tinggi di University of Granada, Spanyol sejak 26 hingga 30 September 2022.  Hadir mewakili University of Granada Director of Projects and International Agreements Irene Pedreira Romero, Head of Modern Languages Centre Francisco Javier Montoro Ríos, Dekan dan perwakilan fakultas University of Granada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaksana Tugas Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Tjitjik Srie Tjahjandarie dalam kunjungan bersama delegasi perguruan Indonesia ini mengatakan bahwa Kemendikbudristek sangat mengapresiasi hibah program iHiLead dari Erasmus+ Uni Eropa.
 
"Program iHiLead sangat selaras dengan kebutuhan pengembangan kualitas kepemimpinan dan manajemen perguruan tinggi di Indonesia. Pimpinan perguruan tinggi di Indonesia umumnya berasal dari kalangan akademisi (dosen) yang sebagian belum memiliki kompetensi ataupun pelatihan manajerial untuk mengelola apakah fakultas ataupun perguruan tinggi,” ujar Tjitjik.
 
Tjitjik menambahkan, kepemimpinan yang kuat sangat dibutuhkan dalam mengembangkan kampus agar mampu menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Saat ini Indonesia baru memiliki empat perguruan tinggi yang masuk top 500 QS Rangking yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Institut Pertanian Bogor.
 
Tjitjik berharap melalui program iHiLead akan muncul calon pimpinan perguruan tinggi yang berkualitas dan inovatif.  Program iHilead diharapkan tidak hanya dapat memunculkan calon pimpinan perguruan tinggi kelas dunia dari tujuh perguruan tinggi anggota konsorsium iHiLead, namun mampu memberikan manfaat bagi calon pimpinan perguruan tinggi lain di Indonesia.
 
"Satu dari tujuh perguruan tinggi anggota iHiLead dapat membimbing tujuh atau lebih perguruan tinggi lainnya. Program ini diharapkan dapat menghasilkan multi player effect,” imbuh Tjitjik.
 
Pada kesempatan ini Tjitjik juga memberikan apresiasi kepada University of Granada yang telah menjadi mitra terbaik Ditjen Diktiristek pada tahun 2021 dalam program Indonesian Internasional Mobility Awards (IISMA). Tjitjik berharap program IISMA tahun ini di University of Granada dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Tjitjik bersama delegasi Indonesia lainnya juga berkesempatan mengunjungi mahasiswa IISMA di asrama kampus University of Granada.  Perwakilan University of Granada Irene Pedreira Romero mengatakan bahwa University of Granada menyambut baik kedatangan delegasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bersama tujuh perguruan tinggi Indonesia anggota konsorsium iHilead.
 
Irene menjelaskan, program iHilead sangat penting untuk menjawab tantangan kemampuan kepemimpinan dan manajerial perguruan tinggi di Indonesia. Dia berharap program iHilead dapat bertahan dan berkesinambungan setelah program ini selesai didanai oleh Erasmus + Uni Eropa.
 
Irene mengungkapkan, University of Granada merupakan perguruan tinggi peringkat kedua di Spanyol. University of Granada sangat senang dapat menjadi salah satu mitra Indonesia dalam program IISMA.
 
Ia berharap kerja sama antara University of Granada dengan Kemendikbudristek dan perguruan tinggi di Indonesia dapat ditingkatkan tidak hanya di program iHiLead dan mobilitas mahasiswa namun juga di bidang lainnya.
 
Direktur Sumber Daya Diktiristek, Sofwan Effendi mengatakan, peluang peningkatan kerja sama dengan University of Granada sangat terbuka. Kerja sama peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan serta riset dan publikasi dapat dirintis dengan University of Granada. Sofwan menambahkan bahwa untuk keberlanjutan program iHiLead  dapat disinkronkan dengan program yang ada di Direktorat Sumber Daya Diktiristek.
 
Koordinator program iHilead David Dawson  menjelaskan bahwa proyek iHiLead ini akan berlangsung sejak 15 Januari 2021 hingga 14 Januari 2024.  Selama seminggu, perwakilan dari perguruan tinggi dari Indonesia akan mendapatkan pembekalan dari narasumber yang kompeten terkait kepemimpinan dan manajemen perguruan tinggi.
 
Selain pelatihan, calon pemimpin dari perguruan tinggi Indonesia dapat melihat secara langsung manajerial perguruan tinggi kelas dunia. Program pelatihan ini akan dilakukan secara bergilir tiap tahunnya di Indonesia dan di negara peserta konsorsium lainnya.
 
David menambahkan proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pimpinan di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia, yang mencakup rektor, wakil rektor, dekan dan kepala program studi, pimpinan akademik lainnya, kalangan manajemen senior, termasuk para pimpinan di bidang nonakademik (tenaga kependidikan). 
Baca juga:  Fakultas Hukum PTN se-Indonesia Kumpul di Malang Ngobrolin Penguatan MBKM

 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif