NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: Antara/Irwansyah Putra
Ilustrasi. Foto: Antara/Irwansyah Putra

Nadiem Diminta Kaji Ulang Perampingan Direktorat Kebudayaan

Pendidikan kebudayaan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 13 Januari 2020 17:43
Jakarta: Pemangkasan sejumlah direktorat di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan menjadi sorotan komunitas seni, budaya dan sejarah. Terutama penghapusan Direktorat Seni memunculkan dugaan, adanya kelompok tertentu yang berusaha membiarkan seni yang konvensional dan tradisional musnah.
 
Pengamat Seni dan Budaya, Suhendi Apriyanto mengatakan pemangkasan direktorat kesenian menimbulkan keresahan bagi komunitas, pegiat, dan pelaku seni. Menurutnya, Direktorat Kesenian selama ini menjadi tempat bernaung kegiatan para pelaku seni.
 
Suhendi justru menyebut situasi sekarang ini menunjukkan sebuah kemunduran. Selain karena beberapa perubahan direktorat, di antaranya Direktorat Cagar Budaya, Direktorat Kesenian yang selama ini memfasilitasi seluruh hal terkait seni budaya di Indonesia, dan Direktorat Sejarah, namun juga karena sebelumnya Ditjen Kebudayaan justru pernah digadang-gadang bakal berubah menjadi Kementerian Kebudayaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia pun berharap, Nadiem bisa meninjau ulang kebijakannya itu. Untuk diketahui, alasan Nadiem melakukan perubahan adalah untuk menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi tentang reformasi birokrasi.
 
Selain itu juga dalam rangka melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. "Baiknya tinjau ulang, karena akan berdampak pada arah Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menganut empat prinsip yakni pelestarian, pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan sektor kebudayaan daerah," tegas Suhendi dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin, 13 Januari 2020.
 
Lebih lanjut ia menyebut, jika ini terus dipaksakan diperkirakan akan kontroversial sekaligus paradoksal. Sebab, ini rumah besar aktivitas, yang di dalamnya ada dinamika estetika dalam bentuk bunyi, rupa, gerak, sastra, cerita, bernama kesenian.
 
"Jika rumah besar itu ditiadakan, sama artinya aktivitas dan penanganan salah satu subsektor kebudayaan menjadi dilemahkan dan juga kemunduran bukan kemajuan," paparnya.
 
Dengan struktur anyar seperti saat ini, Suhendi mengaku pesimistis pemajuan kebudayaan akan berhasil dan sejalan dengan hasil rumusan yang sudah digaungkan. Untuk itu, ia kembali mengingatkan, bahwa solusi yang harus Nadiem lakukan adalah meninjau ulang kebijakan tersebut.
 
Selain itu, menurutnya ketika akan merumuskan implementasi UU tentang Pemajuan Kebudayaan ke dalam bentuk struktur organisasi di kementerian juga harus melibatkan beberapa unsur terkait. Terutama unsur yang selama ini menjadi penggerak kebudayaan.
 
Apalagi Pokok-Pokok Kebudayaan Daerah (PPKD) sudah dirumuskan, bahkan menjadi dokumen negara yang disusun serta dirumuskan oleh hampir sebagian besar penggiat, pemikir kebudayaan yang tersebar di seluruh wilayah nusantara. "Mohon ini juga harus menjadi bahan pertimbangan, mengingat keterlibatan sejumlah pemikir kebudayaan serta harapan-harapan akan tumbuhnya dinamika setiap bentuk kehidupan kebudayaan daerah tidak boleh menjadi hilang," terangnya.
 
Suhendi pun ragu hilangnya sejumlah direktorat di Kemendikbud, dapat membuat pemajuan kebudayaan berhasil dan sejalan dengan hasil rumusan yang sudah ditetapkan.
 
Sebelumnya, Ditjen Kebudayaan mengalami perubahan struktur. Ada beberapa direktorat yang dihapus dari Ditjen Kebudayaan, salah satunya Direktorat Seni dan Sejarah.
 
Perubahan struktur dan nomenklatur ini tertuang dalam Permendikbud Nomor 45 Tahun 2019 tentang Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hanya lima Direktorat saja yang tersisa yaitu Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Direktorat Perfilman, Musik dan Media baru, Direktorat Perlindungan Kebudayaan, Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, serta Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif