Majelis Umum PBB menetapkan Pekan Antariksa Sedunia melalui Resolusi 54/68 pada 6 Desember 1999. Penetapan ini bertujuan merayakan kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa bagi kemajuan kehidupan manusia.
Gagasan tersebut juga berkaitan dengan rekomendasi Konferensi PBB tentang Eksplorasi dan Penggunaan Antariksa untuk Tujuan Damai atau UNISPACE III. Melalui peringatan ini, PBB ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat teknologi antariksa serta mendorong kerja sama internasional.
Pekan Antariksa Sedunia pertama kali diselenggarakan secara resmi pada Oktober 2000. Sejak itu, lembaga pendidikan, badan antariksa, museum, komunitas astronomi, dan berbagai organisasi di berbagai negara berpartisipasi melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi sains.
Melansir dari laman United Nations dan World Space Week Association, berikut informasi lengkapnya.
Sejarah Pekan Antariksa Dunia
Pemilihan tanggal Pekan Antariksa Sedunia pada tanggal 4 hingga 10 Oktober bukan tanpa alasan. Rentang waktu tersebut menghubungkan dua tonggak penting dalam sejarah antariksa dunia, yakni:1. Peluncuran Sputnik 1 pada 4 Oktober 1957
Pada 4 Oktober 1957, Uni Soviet meluncurkan Sputnik 1, satelit buatan manusia pertama yang berhasil mengorbit Bumi. Peristiwa ini menandai dimulainya era antariksa dan menjadi salah satu tonggak utama perlombaan antariksa antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.Sputnik 1 berbentuk bola dengan antena dan mengirimkan sinyal radio yang dapat ditangkap dari Bumi. Meskipun ukurannya relatif kecil, peluncuran satelit ini membuktikan bahwa manusia mampu menempatkan objek buatan di orbit Bumi.
Keberhasilan tersebut mendorong perkembangan teknologi roket, satelit, komunikasi, dan penelitian ruang angkasa. Seiring waktu, teknologi antariksa juga dimanfaatkan untuk prakiraan cuaca, navigasi, pemantauan lingkungan, serta komunikasi global.
2. Berlakunya Traktat Antariksa pada 10 Oktober 1967
Tonggak kedua adalah berlakunya Treaty on Principles Governing the Activities of States in the Exploration and Use of Outer Space, including the Moon and Other Celestial Bodies pada 10 Oktober 1967.Perjanjian yang dikenal sebagai Traktat Antariksa atau Outer Space Treaty tersebut menjadi dasar penting hukum internasional dalam kegiatan eksplorasi dan pemanfaatan luar angkasa. Traktat ini menegaskan bahwa eksplorasi dan penggunaan antariksa harus dilakukan untuk kepentingan semua negara serta tidak boleh dijadikan wilayah klaim kedaulatan nasional.
Perjanjian tersebut juga memuat prinsip penggunaan antariksa secara damai dan tanggung jawab negara atas aktivitas antariksa yang dilakukannya.
Kedua peristiwa inilah yang menjadi alasan Pekan Antariksa Sedunia berlangsung dari 4 hingga 10 Oktober setiap tahun.
Baca Juga :
Tak Sengaja, Teleskop James Webb Malah Temukan Planet Raksasa Baru
Tema Pekan Antariksa Dunia 2026
Perubahan tersebut salah satunya adalah semakin banyak pihak yang terlibat, mulai dari perusahaan komersial, pengembang roket yang dapat digunakan kembali, tim universitas, startup, hingga negara-negara baru dalam industri antariksa.
Revolusi tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya frekuensi peluncuran, berkembangnya teknologi roket reusable, serta semakin terbukanya akses menuju ruang angkasa untuk berbagai kebutuhan.
Lokasi Pekan Antariksa Dunia 2026
World Space Week 2026 dilaksanakan serentak di berbagai negara pada 4-10 Oktober dan tidak ada satu negara spesifik sebagai tempat pelaksanaannya.World Space Week Association menyediakan peta global kegiatan yang dapat digunakan untuk mengetahui kegiatan yang terdaftar di berbagai wilayah. Melalui konsep tersebut, kegiatan dapat berlangsung di sekolah, kampus, museum, pusat sains, planetarium, observatorium, komunitas astronomi, hingga secara daring.
Roket. DOK Magnific
Tujuan Peringatan Pekan Antariksa Sedunia
Pekan Antariksa Sedunia dirancang untuk menjangkau pelajar, mahasiswa, pendidik, dan masyarakat umum. Berikut sejumlah tujuan utamanya:1. Meningkatkan pemahaman tentang ilmu antariksa
Peringatan ini membantu masyarakat mengenal astronomi, teknologi roket, satelit, dan eksplorasi planet melalui kegiatan edukasi yang mudah diakses.2. Mendorong minat generasi muda terhadap sains
Kegiatan seperti kompetisi sains, lokakarya, pengamatan astronomi, dan diskusi ilmiah dapat memperkenalkan bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM kepada generasi muda.3. Menunjukkan manfaat teknologi antariksa bagi kehidupan
Teknologi antariksa memiliki penerapan langsung di Bumi. Data satelit, misalnya, digunakan untuk memantau cuaca, perubahan iklim, bencana alam, pertanian, dan kondisi lingkungan.4. Memperkuat kerja sama internasional
Eksplorasi antariksa melibatkan tantangan ilmiah, teknologi, pendanaan, dan regulasi yang kompleks. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk mendorong pertukaran pengetahuan dan kerja sama antarnegara.Peta Global Kegiatan World Space Week 2026
1. Kennedy Space Center, Amerika Serikat
Salah satu kegiatan yang menonjol digelar di Kennedy Space Center Visitor Complex, Florida, Amerika Serikat. World Space Week Expo 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9 Oktober 2026 dengan tema "Rocket Revolution".Acara ini digelar di lantai dasar Space Shuttle Atlantis dan melibatkan NASA serta sejumlah mitra industri antariksa. Mitra yang tercantum dalam kegiatan tersebut antara lain United Launch Alliance (ULA), Lockheed Martin, Blue Origin, L3Harris, Airbus, Cape Canaveral Space Force Museum, dan sejumlah organisasi lainnya.
2. Berbagai lokasi di Eropa
European Space Agency (ESA) bekerja sama dengan The Pokémon Company International menghadirkan pameran bertema antariksa dan Pokémon di sejumlah lokasi di Eropa. Pameran tersebut menggabungkan informasi ilmiah mengenai aktivitas antariksa Eropa dengan karakter Pokémon.Materinya mencakup cara Eropa meluncurkan misi, mendukung astronaut di International Space Station (ISS), mempelajari Matahari, hingga mengeksplorasi Tata Surya dan alam semesta.
Lokasi yang menjadi bagian dari rangkaian pameran antara lain Cité de l'espace di Toulouse, Prancis; Ciudad de las Artes y las Ciencias di Valencia, Spanyol; Deutsches Museum di Nuremberg, Jerman; Euro Space Center di Libin, Belgia; Science Museum di London, Inggris; serta Space Expo di Noordwijk, Belanda.
3. ESA ESRIN, Italia
Kegiatan unik juga berlangsung di ESA ESRIN di Frascati, Italia pada 5-9 Oktober 2026, pengunjung dapat mengikuti kegiatan Pokémon GO sekaligus tour bersama pakar ESA. Peserta diajak mengenal pusat observasi Bumi ESA, satelit yang digunakan untuk memantau Bumi, serta teknologi yang digunakan untuk mengamati iklim, lautan, dan daratan.4. Arab Saudi
Arab Saudi juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan World Space Week 2026. Salah satunya adalah Explore Space yang berlangsung di KAFD – The Wadi, Riyadh, pada 4-10 Oktober 2026.Kegiatan tersebut berupa pengalaman interaktif bertema antariksa yang ditujukan bagi pengunjung berbagai usia dan dapat diikuti secara gratis.
Yuk ikut merayakan Pekan Antariksa Dunia dengan aktivitas sederhana di sekolah maupun di rumah. Semoga informasinya bermanfaat, ya! (Adinda Kinanthi)