Pengumuman  384 abstrak di AICIS +. Foto: Kemenag
Pengumuman 384 abstrak di AICIS +. Foto: Kemenag

Keren! 384 Abstrak Lolos AICIS+ 2026, Sisihkan 21 Negara di Dunia

Citra Larasati • 22 September 2026 12:20
Ringkasnya gini..
  • Kemenag resmi umumkan 384 abstrak riset lolos seleksi AICIS+ 2026 dari total 3.420 karya asal 21 negara.
  • AICIS+ 2026 cetak rekor baru dengan lonjakan pengirim karya sebesar 40,5 persen dibanding tahun lalu.
  • Digelar November di Cirebon, AICIS+ 2026 bahas isu kekinian dari AI hingga iklim dalam perspektif Islam.
Jakarta: Buat kamu yang berminat di dunia riset dan akademik, ajang kumpul ilmuwan global bergengsi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI, Annual International Conference on Islam, Science and Society (AICIS+) 2026, baru saja membawa kabar seru. Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag resmi mengumumkan 384 abstrak yang sukses menembus seleksi ketat.

Angka ini bukan sembarang angka, lho! Karya-karya tersebut berhasil menyingkirkan total 3.420 abstrak yang masuk dari 21 negara, lima benua, dan 607 institusi berbeda.

Konferensi internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 17-20 November 2026 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Tahun ini, AICIS+ mengangkat tema epik yang relevan banget dengan tantangan masa kini: "Revitalizing Islamic Civilization for Sustainable Life: Local Heritage, Technological Innovation, and Human Flourishing".

Antusiasme tinggi para akademisi dunia ini direspons positif oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag. Ia menyoroti lonjakan pengirim abstrak yang memecahkan rekor, naik 40,5 persen atau bertambah 986 abstrak dibanding tahun sebelumnya.

"Lonjakan pengirim abstrak lebih dari 40 persen ini membuktikan reputasi AICIS+ makin diperhitungkan di kancah akademik internasional. Ini bukan sekadar konferensi rutin, melainkan etalase peradaban di mana gagasan keislaman, sains, dan kemanusiaan berdialog secara konkret menjawab krisis global. Minat peneliti dari 5 benua, mulai dari Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa Barat, Skandinavia, hingga Australia dan Asia Timur, menegaskan posisi tawar keilmuan Islam Indonesia di peta riset global," ujar Amien Suyitno di Jakarta, dikutip dari laman Kemenag, Selasa, 22 September 2026.

Tentu saja, perjalanan menuju lolosnya ratusan riset ini tidak mudah. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.Ag., menyebut 384 karya terpilih ini telah melewati kurasi ilmiah berlapis dengan standar mutu tingkat tinggi. Pesertanya pun sangat beragam, dari perguruan tinggi keagamaan maupun umum, madrasah, pesantren, hingga pusat riset top nasional dan internasional.

"Proses kurasi tahun ini sangat kompetitif dengan rata-rata nilai ambang batas yang tinggi. Dewan reviewer menyaring setiap naskah secara komprehensif berdasarkan 10 kriteria evaluasi yang ketat, mulai dari kebaruan dan kekuatan judul, metodologi, kejelasan argumen, hingga kelengkapan bibliografi sebelum dinyatakan layak melaju ke tahap penulisan full paper. Kami ingin memastikan bahwa seluruh naskah yang dipresentasikan membawa kontribusi kebaruan (novelty) yang otentik," tegas Sahiron.

Ketua Steering Committee AICIS+ 2026, Prof. Faqihuddin Abdul Qodir, menambahkan bahwa ratusan abstrak terpilih ini terbagi ke dalam 10 sub-tema yang kekinian banget. Fokus kajiannya mengupas tuntas diskursus klasik dan kontemporer, mulai dari studi Al-Qur'an, etika digital dan kecerdasan buatan (AI), ekoteologi dan ketahanan iklim, kesetaraan gender, hingga ekonomi sirkular dan warisan Nusantara.

"AICIS+ 2026 kami rancang sebagai forum integratif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Seluruh presenter terpilih nantinya tidak hanya mempresentasikan gagasannya dalam sidang pleno dan sesi paralel, tetapi juga terhubung dengan serangkaian agenda strategis lainnya," jelas Faqihuddin.

Nggak cuma sesi konferensi biasa, AICIS+ 2026 juga bakal dimeriahkan serangkaian agenda strategis yang impactful, antara lain:
  1. International Conference: Menghadirkan keynote speakers kelas dunia serta sesi presentasi riset terpilih.
  2. Student Spotlight: Kompetisi video presentasi ajang unjuk gigi mahasiswa dalam mengeksplorasi kontribusi generasi muda. Kategori ini sudah menarik delegasi dari 8 institusi di 3 negara tetangga.
  3. Innovation Booth Expo: Pameran inovasi teknologi dan kelembagaan karya PTKIN, madrasah, hingga pesantren se-Indonesia.
  4. Riset dan PKM Expo: Ajang pameran produk riset terapan inovatif dan capaian program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang membawa dampak nyata.
Penasaran riset siapa saja yang berhasil lolos? Daftar lengkap pengumumannya sudah bisa kamu cek langsung secara daring melalui laman resmi: https://aicis.uinssc.ac.id/.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan