Ilustrasi. Foto: Branda Antaranews.
Ilustrasi. Foto: Branda Antaranews.

Pemkot Sukabumi Larang Siswa yang Belum Vaksin Ikut PTM

Pendidikan Kebijakan pendidikan vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Pembelajaran Tatap Muka Sekolah Tatap Muka Kembali Dibuka PTM Terbatas
Antara • 20 Januari 2022 21:44
Sukabumi: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, Jawa Barat, menerbitkan aturan melarang siswa yang belum divaksin mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM). Aturan ini disebut sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19 di sekolah.
 
"Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran tentang pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen berbasis vaksinasi siswa yang dikeluarkan pada Senin, 18 Januari 2022," kata Kepala Disdikbud Kota Sukabumi Hasan Asari di Sukabumi, Kamis, 20 Januari 2022.
 
Menurut Hasan, kebijakan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada orang tua murid terkait pentingnya vaksinasi covid-19 untuk anak. Apalagi, sistem pembelajaran di Kota Sukabumi sudah menuju PTM 100 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menekankan pelaksanaan PTM 100 persen di masa pandemi harus menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Mulai dari sarana hingga prasarana untuk antisipasi dan mencegah penyebaran virus mematikan ini.
 
Ia menyebut surat edaran tersebut juga diterbitkan karena banyaknya masukan dari orang tua murid, legislatif dan pihak lainnya. Para pihak tersebut menginginkan PTM di Sukabumi bisa dilaksanakan 100 persen.
 
Namun demikian, Hasan mengaku tidak ingin mengambil risiko. Salah satu opsinya yaitu lewat aturan PTM 100 persen hanya bisa diikuti oleh murid yang sudah mendapatkan vaksinasi. Siswa yang berdasarkan arahan ahli kesehatan ditunda untuk mendapatkan vaksinasi mendapat pengecualian.
 
Baca: Hasil Evaluasi, PTM 100 Persen di Surabaya Sepakat Dilanjutkan
 
Ia menjelaskan kebijakan ini bukan berarti membatasi para siswa melaksanakan PTM di sekolah. Tetapi untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah.
 
"Kami tidak ingin mengambil risiko, karena jika sudah kejadian atau ada siswa yang positif covid-19 maka dampaknya akan panjang bahkan paling dikhawatirkan terjadinya klaster sekolah," tambahnya.
 
Hasan mengimbau orang tua murid mengizinkan anaknya menjalani vaksinasi covid-19 untuk masa depan kesehatannya. Kemudian, bagi pelajar yang belum mendapatkan vaksin bisa menghubungi atau mendatangi Puskemas terdekat. 
 
Ia pun meminta kepada orang tua murid dan seluruh masyarakat jangan mudah termakan informasi yang belum tentu kebenarannya atau hoaks terkait vaksinasi untuk anak 6-11 tahun.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif