Ilustrasi sekolah. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Ilustrasi sekolah. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

P2G Minta Kurikulum Merdeka Tak Disosialisasikan Sembarang Orang

Pendidikan pendidikan Kemendikbudristek Kurikulum Kurikulum Merdeka
Ilham Pratama Putra • 05 Mei 2022 09:20
Jakarta: Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, meminta Kurikulum Merdeka tak disosialisasikan sembarangan. Hal itu guna menghindari gagalnya desiminasi kurikulum di tengah masyarakat.
 
"Kami melihat ada distorsi. Jadi, paradigma Kurikulum Merdeka dari pusat, tapi sampai ke level guru saat ada desiminasi kurikulum atau sosialisasi kurikulum atau pelatihan kurikulum ini yang sampai itu lain," kata Satriwan kepada Medcom.id, Kamis, 5 Mei 2022.
 
Satriwan menyebut desiminasi, sosialisasi, dan pelatihan Kurikulum Merdeka mesti dilakukan oleh orang yang benar-benar paham. Saat ini, dia menilai siapa saja bisa memberi penjelasan terkait Kurikulum Merdeka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Enggak bisa kayak sekarang. Kalau sekarang orang, atau lembaga mereka punya otoritas untuk memberikan pelatihan Kurikulum Merdeka. Ini kami rasa berbahaya, Karena ini akan nanti terjadi distorsi nanti," tutur dia.
 
Dia meminta regulasi terkait desiminasi, sosialisasi, dan pelatihan Kurikulum Merdeka diatur ketat untuk menghadapi distorsi. Dia khawatir kegagalan implementasi Kurikulum 2013 bisa terulang kembali.
 
"Karena itu kami meminta semestinya regulasi dulu, baru implementasi. Kalau sekarang kan terbalik-balik. Sama dengan Kurikulum 2013 juga begitu, jadi kami berharap jangan mengulangi kekeliruan diimplemantasi Kurikulum Merdeka," tutur dia.
 
Baca: Guru, Begini Trik Agar Capaian Pembelajaran di Kurikulum Merdeka Sesuai Target
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif