Sejumlah peserta di acara Sosialisasi Mekanisme Permohonan Telex Visa Bagi Mahasiswa Asing, UKDW/Humas.
Sejumlah peserta di acara Sosialisasi Mekanisme Permohonan Telex Visa Bagi Mahasiswa Asing, UKDW/Humas.

Keberadaan Mahasiswa Asing Pengaruhi Performa Kampus

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 07 Mei 2019 15:58
Yogyakarta: Perguruan tinggi terus meningkatkan upaya untuk mempercepat tercapainya World Class University. Salah satunya dengan memperbanyak jumlah mahasiswa asing di kampusnya.
 
Rektor UKDW, Henry Feriadi memaparkan, bahwa saat ini tidak hanyarankingdi Kemenristekdikti yang penting bagi universitas, namun juga jumlah mahasiswa asing yang belajar diuniversitas turut memengaruhi bobot penilaian kualitas perguruan tinggi.
 
"Ini penting, karena kehidupan universitas tidak hanya ditentukan dari mekanisme pembelajaraan mahasiswa saja, tetapi jugamobilityuntuk staf dan dosen,” papar Henry di Yogyakarta, Selasa, 7 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Henry, memiliki mahasiswa asing di kampus turut mempercepat proses perguruan tinggi menjadi World Class University. Untuk itu mendukung percepatan internasionalisasi tersebut, UKDW menggelar“Sosialisasi Mekanisme Permohonan Telex Visa Bagi Mahasiswa Asing” diRuang Seminar Pdt. Dr. Harun Hadiwijono UKDW, Jumat, 3 Mei 2019 lalu.
 
Dengan sosialisasi ini, diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program “Internasionalisasi Pendidikan Tinggi Indonesia” melalui pengelolaan layanan penerbitan izin belajar dan dokumen keimigrasian bagi mahasiswa asing.
 
Dalam acara ini, UKDW menggandeng Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), serta Direktorat Jenderal Imigrasi.Acara ini diikuti oleh 70 peserta yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
 
Baca:26 Dokter Lulusan UKDW Siap Layani Masyarakat
 
Sosialisasi ini menghadirkan tiga orang narasumber, yaitu Ibnu Ismoyo, Subdit Visa Direktorat Jenderal Imigrasi, Ronald Arman Abdullah, Subdit Izin Tinggal Terbatas Direktorat Jenderal Imigrasi, dan Yunitha Fajarwati, staf Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Indonesia.
 
"Kegiatan ini merupakan rangkaian kecil dari keinginan kampus-kampus yang tergabung dalam LLDIKTI Wilayah V untuk membangun world class university,"imbuhnya.
 
Sementara itu Sutrisno, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan KUI di masing-masing universitas untuk melakukan pelayanan di kampus. Hal ini sebagai salah satu cara untuk mewujudkan area bebas korupsi.
 
“Pada kesempatan ini, akan dibahas mengenai peraturan terbaru mekanisme permohonan telex visa bagi mahasiswa asing. Jika ada permasalahan maupun kendala dalam hal proses perizinan bisa langsung disampaikan dalam forum ini,” imbuhnya.
 
Baca:Sejak Ikut OSC, UKDW Makin Dikenal di Seluruh Indonesia
 
Dalam diskusi, Ibnu Ismoyo menjelaskan bahwa Indonesia mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2015. Terkait hal tersebut, Kemenristek Dikti berencana membangun KEK di sektor pendidikan.
 
Kehadiran KEK pendidikan ini dapat memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi asing untuk membuka kampusnya di Indonesia. Dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa Indonesia sesuai dengan tuntutan zaman.
 
"Hal ini tentunya sangat mendukung program world class university,” jelasnya.
 
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami regulasi pengaturan student visa dan kebijakan-kebijakan keimigrasian bagi mahasiswa asing. Data-data mahasiswa asing yang berada di Indonesia ini digunakan sebagai database record.
 
"Sehingga surat izin belajar atau rekomendasi dari pihak terkait sangat penting, karena semua surat dan data yang masuk terpusat di kantor imigrasi,” pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif