Seorang peneliti memeriksa tabung berisi Mikro Alga Naviculla atau tumbuhan yang berasal dari dasar laut di Laboratorium milik BPPT, ANT/Muhammad Iqbal.
Seorang peneliti memeriksa tabung berisi Mikro Alga Naviculla atau tumbuhan yang berasal dari dasar laut di Laboratorium milik BPPT, ANT/Muhammad Iqbal.

Perguruan Tinggi Ingin Ada Pemetaan Prioritas Riset

Pendidikan debat capres cawapres debat capres Riset dan Penelitian
Syaikhul Hadi • 21 Maret 2019 07:07
Surabaya: Perguruan tinggi menginginkan adanya pemetaan prioritas terhadap orientasi riset atau penelitian yang dilakukan setiap tahun. Hal itu menanggapi adanya wacana pengelolaan riset di bawah satu Badan Riset Nasional (BRN).
 
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Masdar Hilmi mengatakan, pemetaan prioritas tidak hanya sekadar orientasi penelitian yang dilakukan setiap tahunnya, melainkan adanya proporsi pembagian yang didasarkan pada pertimbangan yang obyektif.
 
"Tidak boleh ada pertimbangan pragmatis ataupun pertimbangan berdasarkan aliansi kepentingan. Misal Kementerian Agama berapa, Kementerian Ristek berapa, alasannya seperti apa," ujar Masdar Hilmi, di Surabaya, Rabu, 20 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemetaan prioritas memang diperlukan dalam orientasi penelitian. Sehingga tujuan akhir dari pembentukan Badan Riset Nasional (BRN) akan berjalan maksimal.
 
Baca:Peneliti: Tak Mudah Satukan Multi Ilmu Dalam Satu Badan
 
Alasannya, ada beberapa tahapan-tahapan yang harus dilakukan sebelum menerapkan rencana tersebut. "Kalau secara kapasitas kelembagaan belum siap, karena dari sisi orientasi akademik pun juga belum ada koordinasi, baik secara teknis maupun proporsinya. Tapi, apapun keputusan dari pemerintah harus kita dukung. Karena menyangkut kebijakan," ungkapnya.
 
Untuk mendukung itu, pemerintah perlu membuat pemetaan prioritas orientasi atau tema-tema yang akan dilakukan penelitian. Misal, di tahun pertama berkaitan dengan manajemen pangan, manajemen transportasi atau lebih dititikberatkan pada penelitian ilmu sosial.
 
Baca:Pengelolaan Riset di Bawah Satu Koordinasi
 
"Perlunya arahan-arahan terutama dalam mengatasi rasio dini pembangunan, kesenjangan yang makin melebar atau untuk menguatkan kohesi sosial bangsa seperti yang ada dalam ilmu sosial (Humaniora)," jelasnya.
 
Sementara itu, dalam ilmu eksakta atau ilmu tekhnologi sendiri, penelitian bisa juga diarahkan pada temuan-temuan yang bisa mengakomodasi kecerdasan anak bangsa. Sehingga bisa menghantarkan mereka pada titik puncaknya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif