Pakar Colorectal Surgeon, Ching Wen Huang  saat pemaparan, UKWMS/Humas.
Pakar Colorectal Surgeon, Ching Wen Huang saat pemaparan, UKWMS/Humas.

Dunia Medis Kini Gandeng Robotik

Pendidikan beasiswa osc
Intan Yunelia • 11 Desember 2018 10:22
Jakarta: Dunia medis terus berkembang dan semakin penuh tantangan, salah satunya adalah mengembangkan pengobatan yang semakin menyenangkan dan nyaman untuk pasien.  Terutama dalam tindakan medis berupa operasi, seringkali pasien terpaksa tidak nyaman dengan bedah yang melibatkan banyak selang dan alat yang masuk ke dalam tubuh. 

Namun seiring dengan perkembangan zaman, tindakan bedah kian modern, pasien cukup dengan hanya menelan sebutir kapsul saja dan melibatkan sistem robotik untuk meningkatkan kinerja operasi bedah.  Hal tersebut terungkap saat Kuliah Tamu bertajuk “KMUH Featured Medical Services- Intelligent and Tele Healthcare. 

Kuliah tamu ini merupakan salah satu kegiatan wujud dari kerja sama antara Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) dan Kaohsiung Medical University Hospital (KMUH) Taiwan yang sudah terjalin sejak 2014 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Huang Ming Hu dari KMUH memaparkan, banyak penyakit yang mulai menggunakan sistem robotik ini untuk membantu penyembuhan, salah satunya kanker pencernaan,  Banyaknya jumlah penderita kanker yang disebabkan oleh permasalahan organ dalam pencernaan menjadi salah satu kasus terbanyak dalam jumlah kematian yang diakibatkan oleh kanker tersebut.  Kanker masih menjadi salah satu dari 10 penyebab kasus kematian terbanyak di dunia. Oleh karenanya mulai banyak yang mengadopsi penggunaan teknologi mutakhir untuk meningkatkan kinerja perlaksanaan operasi bedah terutama untuk membantu penyembuhan penyakit kanker.

“Kanker kolorektal merupakan tantangan tersendiri bagi kami di dunia medis. karena angka kambuhnya termasuk yang paling tinggi. Hal ini menyebabkan dilakukannya terobosan-terobosan baru seperti operasi dengan bantuan robot,” kata Huang Ming Hu dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Senin 10 Desember 2018.

Baca: UKWMS Modernisasi Perpustakaan Lewat Teknologi

Perbandingan operasi yang dilakukan secara manual dan bantuan robot pun cukup menarik. Dalam beberapa video yang direkam memperlihatkan kelihaian robot lebih konsisten dibanding operasi yang dilakukan manusia.

“Video tersebut menunjukkan bahwa operasi dengan bantuan robot terlihat lebih stabil terutama dalam hal melakukan tindakan pemotongan jaringan,” ujar Pakar Colorectal Surgeon dari KMUH, Ching Wen Huang.

Namun sayang, sistem robotik ini tak dijual sembarangan karena harganya yang mahal. Begitupun persediaannya yang terbatas.  “Di Indonesia hanya ada satu, di Taiwan hanya tiga,” papar Ching.

Sama halnya dengan Dokter Spesialis dalam Bidang Urologi, Hung-Lung Ke mengatakan pengalamannya beroperasi dengan robotic ini sangat berbeda. Operasi hampir mirip dengan bermain video game.

“Rasanya hampir mirip bermain video game,” papar Hung-Lung.

Menanggapi fenomena operasi medis dengan bantuan robot yang dipaparkan dalam kuliah tamu, Prof. Willy F. Maramis, SpS., SpKJ(K) selaku Ketua Komisi Etik Penelitian FK UKWMS pun merasa tertarik. “Teknologi operasi dengan robot sangatlah bagus dan maju, namun yang dioperasi tetaplah manusia. Jadi apakah ada tindakan pencegahan atas penanganan masalah psikologis yang timbul karena pasien merasa dioperasi oleh robot alih alih seorang dokter?” tanyanya. 

Hung menjawab pertanyaan tersebut dengan menerangkan bahwa robot di dalam operasi tersebut hanyalah menjadi alat, tetap harus dimanipulasi oleh dokter yang juga harus berada di ruangan yang sama dengan pasien yang sedang dibedah. 

Memang dibutuhkan waktu dan perhatian lebih untuk meyakinkan pasien dan keluarganya bahwa metode tersebut aman dan secara statistik tingkat keberhasilannya bahkan lebih tinggi daripada operasi bedah manual. “Siapapun yang ingin menguasai ilmu bedah robotik seharusnya memiliki kompetensi operasi laparoskopi yang baik, agar benar benar mengenal kondisi organ dalam pasiennya. Seorang dokter yang baik akan bisa menguasai keahlian tersebut dalam lima tahun,” terang Hung.  


(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi