Perguruan Tinggi Tanggapi Kritikan Presiden

Rektor Sebut Kemenristekdikti Super Birokratif

Citra Larasati 12 Oktober 2018 21:56 WIB
Pendidikan Tinggi
Rektor Sebut Kemenristekdikti Super Birokratif
Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Edy Suandi Hamid, dokumentasi pribadi.
Jakarta: Kritikan Presiden Joko Widodo tentang lambannya perguruan tinggi merespons perubahan global mengundang kritik balik dari para Rektor.  Perguruan tinggi justru menilai, lambannya perubahan terjadi, salah satunya dipicu kinerja Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang super birokratif dan kurang inovatif.

Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Edy Suandi Hamid menilai apa yang disampaikan Presiden di hadapan para rektor perguruan tinggi tempo hari merupakan kritik konstruktif.  Salah satunya, untuk mengingatkan juga kepada Kemenristekdikti yang selama ini dinilai lambat dan super birokratif.


"Kemenristekdikti itu sering mendengungkan agar perguruan tinggi inovatif, tapi di kemenristekdikti sendiri justru lambat merespons perubahan. Super birokratif.  Jangan selalu menyalahkan perguruan tingginya," kata Edy, kepada Medcom.id, di Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018.

Salah satu contoh super birokratif terlihat saat perguruan tinggi mengajukan izin pembukaan program studi (prodi) baru.  "Silakan tanya ke semua rektor, betapa lamanya untuk prosedur normal?" ungkap mantan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) ini.

Baca:  Presiden: Perguruan Tinggi Lamban Respons Perubahan Global

Akibatnya, perguruan tinggi sering mencari berbagai cara agar pendirian prodi bisa cepat. "Seharusnya kurang dari setahun beres, sekarang ada yang bertahun-tahun," sesal Mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) ini.

Meski begitu, ia juga mengingatkan kepada pihak perguruan tinggi agar memenuhi syarat lengkap sebelum mengajukan pendirian prodi.   "Jangan belum lengkap sudah dilakukan," tegasnya.

Bahkan ide perusahaan yang disampaikan Menristekdikti sendiri sering ditanggapi sinis, karena lambatnya eksekusi. Kritik Edy ini sebenarnya dapat dilihat dari bagaimana Kemenristekdikti merespons masukan Presiden Jokowi.

"Imbauan presiden ini kan bukan kali ini saja, sudah pernah disampaikan sebelumnya," ungkap mantan Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) ini.




(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id