Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Mengenal Dua Jalur Beasiswa untuk Melanjutkan Studi di Turki

Pendidikan beasiswa Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 02 Agustus 2020 19:19
Jakarta: Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Turki Usamah Abdurrahman menyebut ada dua beasiswa yang bisa menjadi pilihan pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Turki. Keduanya yakni Turkiye Burslari Scholarships (YTB) dan Türkiye Diyanet Vakf? (TDV).
 
"Paling umum diakses pelajar kita, YTB. Jenjangnya S1, S2 dan S3 lintas bidang studi. Ada satu lagi sering diakses pelajar kita TDV," kata Usamah dalam diskusi daring, Minggu, 2 Agustus 2020.
 
Ia menjelaskan, beasiswa TDV hanya untuk jenjang S1. Sedangkan YTB, bisa lintas bidang studi dan jenjang studi. TDV merupakan beasiswa khusus jurusan Islamic Theology atau ilahiyah. Penerima akan mempelajari mengenai Teologi Islam meliputi Ilmu Dasar Islam, Studi Agama dan Filosofi dan Seni dan Sejarah Islam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perbedaan lain kedua beasiswa itu yakni fasilitas yang diterima. Penerima beasiswa YTB akan mendapat uang saku, sedangkan penerima TDV mendapatkan tiket pulang pergi ke negaranya setiap libur musim panas.
 
Baca:Pengamat: Guru Bisa Mengembangkan Kurikulum di Masa Pandemi
 
Setiap bulan, penerima beasiswa YTB program S1 mendapatkan uang saku sebesar 800 Turki Lira (TL) atau setara Rp1,6 juta. Sedangkan bagi yang menempuh S2 sebear 1.100 TL (Rp2,2 Juta) per bulan, dan S3 1.600 TL (Rp3,3 juta) per bulan.
 
Kedua beasiswa ini bebas biaya kuliah sampai lulus. Kemudian, dapat asuransi kesehatan dan akomodasi tempat tinggal.
 
"YTB semua tersedia, termasuk biaya kedatangan pertama kali dan juga kepulangan ketika selesai studi. Sedangkan beasiswa TDV ini secara nominal bulanan tidak sebesar YTB, tapi mereka menyediakan fasilitas pulang setiap tahun," terangnya.
 

(AGA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif