Orang tua mendampingi anak belajar dari rumah. Foto: Istimewa
Orang tua mendampingi anak belajar dari rumah. Foto: Istimewa

PJJ Diperpanjang, Kesehatan Mental Anak Jadi Masalah Baru

Pendidikan Virus Korona Pembelajaran Daring
Ilham Pratama Putra • 07 Oktober 2020 19:25
Jakarta: Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) menyoroti dampak negatif dari Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi korona (covid-19). PJJ dinilai berpotensi membawa dampak munculnya permasalahan baru bagi kesehatan mental anak.
 
"PJJ memberikan tekanan yang berat bagi siswa belajar dengan tugas menumpuk yang diberikan oleh para guru. Hal ini dapat berdampak pada kesehatan mental mereka," ujar Ketua Policy Center Iluni UI, Jibriel Avessina, dalam Forum Diskusi Salemba dengan tajuk Menjaga Kesehatan Mental Selama PJJ, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Jibriel mengatakan, bahwa tekanan yang dihadapi para siswa tidak hanya datang dari sisi akademis. Namun juga sisi ekonomi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Hingga saat ini, masih banyak siswa yang mengeluhkan sulit untuk mendapat akses internet karena tidak punya kuota atau tidak ada sinyal dan gadget. Ini jelas menjadi masalah,” tegasnya.
 
Sementara itu, Psikolog Klinis, Indri Savitri menyebut, PJJ juga berdampak pada orang tua dan guru. Orang tua harus menggantikan peran guru dalam mengawasi proses belajar anak secara langsung.
 
Baca juga:Efektivitas Belajar Daring Bagi Mahasiswa Perlu Solusi Nyata
 
Sementara itu, orang tua juga memiliki tantangan karena peran tersebut tidak sejalan dengan keterampilan yang dibutuhkan anak saat ini. Dampaknya terjadi pada interaksi orang tua dan anak selama pandemi menjadi kompleks.
 
“PJJ bisa saja berlanjut terus sampai Juni 2021. Perspektif kesehatan mental menjadi hal yang krusial dan perlu direalisasikan secara sistemik antara anak, orang tua, para guru, dan sekolah maupun komunitas untuk menjaga kesehatan mental anak serta pihak-pihak yang terkait,” jelas Indri.
 
Sedangkan Ketua Kelompok Riset Kesmenkom, Sherly Saragih Turnip mengingatkan pentingnya kesejahteraan psikologis anak dalam proses PJJ. Menurut Sherly, diperlukan kerja sama semua pihak untuk memastikan anak memiliki kesehatan mental yang baik.
 
"Dimulai dari orang tua dan sekolah sebagai lingkungan terdekat anak, hingga sistem pendidikan serta budaya yang ada di negara kita. Kesemuanya itu perlu mengutamakan kesejahteraan psikologis anak di dalam proses PJJ,” ujar Sherly.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif