Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti. Foto: Medcom.id
Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti. Foto: Medcom.id

Jadi Klaster Covid-19, FSGI Sesalkan Kelalaian Kepala MAN 22 Jakarta

Pendidikan Virus Korona sekolah Madrasah
Citra Larasati • 06 Desember 2020 06:06
Jakarta:  Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyesalkan munculnya klaster covid-19 di MAN 22 Jakarta Barat. Klaster covid-19 ini seharusnya dapat dicegah jika kepala MAN 22 Jakarta Barat tidak lalai dalam melakukan mitigasi risiko penularan covid-19.
 
Sebanyak 30 orang guru dan karyawan di MAN 22 Jakarta Barat diketahui terinfeksi covid-19 setelah pulang dari karya wisata (study tour) ke Yogyakarta beberapa waktu lalu.  "Klaster madrasah ini seharusnya dapat dicegah jika pimpinan madrasah cermat dalam memitigasi risiko penularan covid-19 sebelum kegiatan karya wisata dilakukan," tegas Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, Minggu, 6 Desember 2020.
 
Sebelumnya, sebanyak 43 orang telah diperiksa dalam kasus klaster Guru MAN 22 Jakarta Barat.  Hasilnya 30 orang dari jumlah tersebut dinyatakan positif covid-19. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Retno memaparkan, bahwa awalnya satu orang guru MAN 22 Jakarta yang tidak mengikuti kegiatan wisata ke Yogyakarta pada 20-23 November 2020 positif terpapar covid-19.  Menurut Kepala MAN 22 Jakarta Barat, Usman Alim, guru tersebut mulanya mengaku sudah tidak enak badan sebelum adanya kegiatan wisata.
 
Oleh karena itu, ia tidak ikut berwisata yang menjadi ajang perpisahan dengan kepala MAN yang hendak purnabakti.  Guru tersebut kemudian melaksanakan tes cepat antigen pada 27 November 2020 dan dinyatakan reaktif. Ketika melakukan tes usap, hasilnya pun positif terinfeksi virus SARS-CoV-2.
 
Baca juga:  Puluhan Guru MAN 22 Jakbar Terpapar Covid-19, Ini Respons PGRI
 
Di hari yang sama, dua orang rombongan yang mengikuti wisata ke Yogyakarta menunjukkan gejala covid-19. Sepulang dari Yogyakarta, kedua peserta study tour tersebut melaksnakan tes usap covid-19 dan hasilnya positif. 
 
Akhirnya, seluruh guru dan karyawan yang mengikuti wisata pun segera harus menjalankan tes usap covid-19. Usai berwisata, para guru dan karyawan sempat berkumpul di madrasah untuk melaksanakan pelepasan kepala MAN dan merayakan hari guru pada 25 November 2020. Semenjak ada kabar guru dan karyawan yang positif Covid-19, madrasah pun telah ditutup.
 
Retno mengatakan, bahwa program karya wisata ke Yogyakarta tersebut direncanakan di masa  kepala madrasah yang lama, kemudian dilaksanakan oleh kepala madrasah yang baru. Kegiatan dilaksanakan tanpa kepala madrasah melakukan mitigasi risiko, padahal sudah ada satu guru yang mengaku sakit dan menunjukkan gejala covid 19.
 
"Seharusnya, ada penundaan kegiatan sambil menunggu hasil swab test satu guru tersebut keluar. Hal ini demi melindungi kesehatan dan keselamatan guru dan karyawan lainnya," kata Retno.
 
Untuk menjadi pembelajaran dan perhatian bersama untuk pimpinan madrasah maupun pimpinan sekolah di Indonesia, Retno mengimbau agar kasus ini ditangani dengan sungguh-sungguh.  "Agar menimbulkan efek jera dan tidak terulang kembali," tandasnya. 
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif