Mendikbud Muhadjir Effendy, saat membuka Seminar Nasional Kebangsaan dengan topik ”Kebudayaan Indonesia dalam Dimensi Kekinian dan Perspektif Masa Depan”. (Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan).
Mendikbud Muhadjir Effendy, saat membuka Seminar Nasional Kebangsaan dengan topik ”Kebudayaan Indonesia dalam Dimensi Kekinian dan Perspektif Masa Depan”. (Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan).

Kemendikbud Gandeng FGK Perkuat Gerakan Kebangsaan

Pendidikan kebudayaan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 03 Juli 2019 13:15
Jakarta: Forum Gelora Kebangsaan (FGK) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Seminar Nasional Kebangsaan dengan tajuk 'Kebudayaan Indonesia dalam Dimensi Kekinian dan Perspektif Masa Depan'. Seminar berfokus pada penguatan karakter sumber daya manusia dan persatuan Indonesia.
 
Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, gelaran acara merupakan respons berbagai gejolak di Indonesia seperti
aspek sosial dan politik. Ia mengungkapkan, ada keinginan kuat dari berbagai unsur masyarakat yang tergabung dalam FGK untuk mendiskusikan berbagai persoalan kebudayaan yang hilirnya dapat memperkuat gerakan kebangsaan.
 
Hilmar menjelaskan seminar ini tidak lagi menganalisis masalah-masalah kemudian menyampaikan contoh-contoh. Seminar, ujarnya, digagas untuk memikirkan langkah ke depan apa yang harus dilakukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah seminar sampaikan ke berbagai pihak termasuk kepada publik sehingga nantinya dapat bermuara memperkuat kembali gerakan kebangsaan kita," kata Hilmar, di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Baca juga:Kemendikbud Bentuk Satgas Zonasi
 
Ia berharap sesuai dengan arti seminar dari bahasa latin 'semanarium' yang berarti tempat menaruh benih dapat menjadi tempat meletakkan bibit-bibit kebangsaan baru. Berdasarkan revitalisasi yang diperkuat dengan pengalaman sejarah Indonesia.
 
"Ditempa itu semua, sehingga bisa bertumbuhan," ujarnya.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam kesempatan yang sama mengatakan, saat ini saatnya bagi anak bangsa melakukan aksi-aksi nyata. Indonesia membutuhkan semangat membangun jiwa gotong royong membangun visi bersama kebudayaan 2040 yaitu Indonesia bahagia, berlandasakan keanekaragaman budaya dan mencerdaskan, mencerahkan mendamaikan, serta memajukan.
 
Muhadjir berharap nantinya muncul simpul-simpul yang dapat menggerakan roda kebudayaan. "Berharap muncul simpul-simpul kerja bersama yang bisa menggulirkan roda besar kebudayaan. Saya berharap forum ini memperluas jangkauan kerja pemajuan kebudayaan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat sipil dan lintas instansi pemerintah," kata dia.
 
Seminar akan berlangsung selama dua hari, 3-4 Juli 2019. Seminar akan diisi oleh sejumlah pembicara, di antaranya Ketua DPR Bambang Soesatyo, Anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto, Gubernur Lemhanas Letjen. TNI (Purn.) Agus Widjojo, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif