Siswa SD terdampak asap di pulau Segaram Natuna.  Foto:  Medcom.id/Citra Larasati
Siswa SD terdampak asap di pulau Segaram Natuna. Foto: Medcom.id/Citra Larasati

Langkah Penanganan Kegiatan Belajar di Daerah Terdampak Asap

Pendidikan kabut asap
Muhammad Syahrul Ramadhan • 27 September 2019 20:52
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)menerbitkan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penanganan Pendidikan pada Daerah Terdampak Bencana Asap. Surat edaran tersebut mengatur tentang langkah-langkah penanganan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) di daerah terdampak asap.
 
Fokus penanganan ditujukan untuk pelaku pendidikan, meliputi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Salah poin dari surat edaran tersebut mengimbau para gubernur, dan bupati/walikota di seluruh Indonesia untuk tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak bencana asap.
 
Kemudian guna meminimalisir dampak kebakaran hutan terhadap proses belajar mengajar, pemerintah daerah (Pemda) diharapkan dapat menyediakan masker untuk mengurangi dampak negatif kabut asap bagi para pelaku pendidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bencana asap dari kebakaran hutan, dan lahan sangat berdampak kepada kesehatan, dan keselamatan warga, termasuk siswa, guru, tenaga kependidikan, tetap utamakan keselamatan dan kesehatan saat kegiatan belajar mengajar," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy, dalam siaran pers yang diterimaMedcom.id, Jakarta, Jumat, 27 September.
 
Selain itu, satuan pendidikan terdampak asap harus mendapatkan upaya pengisolasian ruang kelas dari asap dengan memanfaatkan alat penyaring udara, dan berbagai alat lainnya yang dapat membantu sirkulasi udara bersih di dalam kelas. Sehingga memenuhi persyaratan kesehatan dan keselamatan.
 
Lalu apabila kualitas udara memburuk kegiatan belajar mengajar diliburkan untuk semetara waktu. Ada dua skema yang digunakan, peratamaapabila indeks standar pencemar udara (ISPU) dikategorikan Sangat Tidak Sehat, yaitu apabila berkisar 200-299, maka Pemda dapat proaktif untuk meliburkan kegiatan pembelajaran pada seluruh jenjang pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini sampai dengan jenjang pendidikan menengah.
 
Kedua, tindakan meliburkan total seluruh kegiatan di satuan pendidikan dapat ditempuh apabila ISPU dikategorikan Berbahaya, yaitu ISPU di atas 300. Dalam surat edaran tersebut juga diatur perihal imbauan untuk menerapkan kebijakan penyesuaian jam pelajaran, kalender akademik, target capaian kurikulum, dan jadwal ujian juga perlu ditempuh.
 
Kebijakan ini mengacu kepada satuan pendidikan yang telah meliburkan kegiatan pembelajaran lebih dari 28 hari efektif belajar akibat bencana asap.Untuk rincian penyesuaian jam pelajaran dan kalender akademik dapat dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Kemendikbud.
 
Kemendikbud akan menyesuaikan jadwal, dan bobot ujian nasional, serta berkoordinasi dengan kementerian yang membidangi pendidikan tinggi untuk penyesuaian jadwal dan bobot ujian masuk perguruan tinggi.
 
Satuan pendidikan pun diharapkan dapat terus memotivasi semangat belajar siswa dengan pemberian tugas terstruktur yang dapat dikerjakan di tempat tinggal masing-masing. Sumber belajar pun dimodifikasi menjadi berbasis daring yang disediakan Kemendikbud, meliputi rumah belajar, televisi edukasi,video pembelajaran, radio suara edukasi,dan buku sekolah elektronik.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif