Salah satu siswi tengah mengumpulkan telepon selularnya di muka kelas sebelum memulai Ujian Nasional, ANT/Aloysius Jarot Nugroho.
Salah satu siswi tengah mengumpulkan telepon selularnya di muka kelas sebelum memulai Ujian Nasional, ANT/Aloysius Jarot Nugroho.

Ingin Kuliah di Luar Negeri? Jangan Sepelekan Nilai UN

Pendidikan ujian nasional
Daviq Umar Al Faruq • 20 Mei 2019 20:53
Malang: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy meminta kepada para siswa untuk tidak meremehkan Ujian Nasional (UN). Sebab, UN tetap penting, meski tidak lagi menentukan kelulusan.
 
"Karena nanti hasil UN akan dilampirkan di dalam student record atau rekaman hasil studi. Banyak sekali lembaga-lembaga yang justru lebih memperhatikan hasil ujian nasional anaknya daripada rapor. Jadi jangan dibilang tidak penting," kata Muhadjir di Kota Malang, Jawa Timur, Senin, 20 Mei 2019.
 
Muhadjir menjelaskan, hasil UN sangat penting terutama bagi para siswa yang hendak melanjutkan studi di luar negeri. Pasalnya, mayoritas kampus-kampus luar negeri memperhatikan hasil ujian UN pada saat pendaftaran mahasiswa baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Tak Tentukan Kelulusan, Siswa Cenderung Tak Optimal Kerjakan UN
 
Di sisi lain, guru besar Universitas Negeri Malang ini menyebutkan, bahwa mata pelajaran yang diujikan pada UN adalah mata pelajaran yang telah disepakati dalam ujian konvensi internasional. Terutama mata pelajaran matematika, IPA dan literasi atau bahasa.
 
"Dalam bidang itu, seluruh anak di dunia harus mencapai tingkat standar tertentu. Di dunia ini hampir semua negara pasti akan melihat tiga mata pelajaran ini. Karena itulah kita masukkan ke dalam ujian nasional," bebernya.
 
Oleh karena itu, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menegaskan agar UN tidak dikesampingkan bagi para siswa. Karena hasil UN merupakan sebuah standar bagi kemampuan siswa.
 
"Karena nanti anak itu akan kemana-kemana akan dijadikan dasar pertimbangan terutama oleh pihak-pihak yang memang mengakui ujian nasional itu adalah merupakan kemampuan realatau kemampuan murni dari siswa itu," terangnya.
 
Baca:Nilai UN Naik, Tapi Masih di Bawah Standar
 
Berdasarkan hasil analisis log file dalam pelaksanaan UN 2019 lalu terungkap siswa tidak lagi optimal memanfaatkan waktu yang diberikan saat ujian.Siswa yang mengoptimalkan durasi jam mengerjakan soal, cenderung mendapatkan nilai tinggi.
 
“Dilihat dari 2.200 sampel yang kita ambil, kecendrungannya ada saja siswa yang hanya menggunakan separuh jamnya. Kita berikan 120 menit, ini sampai ada anak yang menggunakan satu jam bahkan kurang. Masih tersisa waktu 60 menit lebih, sudah meninggalkan ruangan dan terbukti nilainya jelek. Kurang Resilience-nya, ini kurang tabah,” ujar Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno dalam jumpa pers Hasil UN 2019 beberapa waktu lalu.
 
UN yang tak lagi menjadi syarat kelulusan, diduga menjadi salah satu faktor siswa cenderung ingin cepat mengerjakan soal. Mereka lebih memilih mendapatkan nilai seadanya karena tidak berpengaruh pada kelulusan.
 
“Barangkali ada dampak UN tidak menentukan kelulusan lagi, kemudian membiarkan satu jam tidak digunakan,” tutur Totok.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif