Ilustrasi. Foto: Medcom,id/Mustholih
Ilustrasi. Foto: Medcom,id/Mustholih

Kemenag Siapkan 158 Madrasah Vokasi

Pendidikan Pendidikan Vokasi
Intan Yunelia • 03 Januari 2020 13:53
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) tengah mengembangkan program vokasi untuk madrasah. Setidaknya ada 158 madrasah vokasi yang sedang disiapkan.
 
"Kita berusaha untuk mematangkan 158 madrasah vokasi. Kita kuatkan programnya, kita tingkatkan kualitas guru-gurunya, workshop-nya, magangnya, sehingga bisa menjadi lulusan yang bisa bertarung. Dengan apa? Dengan modal bahasa dan kompetensi yang bagus," kata Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A. Umar dikutip dari siaran pers, Jumat, 3 Januari 2020.
 
Ia juga menjelaskan, bahwa perlahan akan dilakukan alih fungsi pada madrasah-madrasah yang dinilai mumpuni dari segi fasilitas. Seperti sudah memiliki laboratorium yang cukup dan memadai agar menjadi MAKN (Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di samping itu kita akan coba menggeser madrasah-madrasah reguler atau murni. Kita coba untuk menjadi madrasah keterampilan. Ini dalam rangka mengejar dunia kerja," ujar Umar.
 
Rancangan program ini ditargetkan Direktorat KSKK sudah berjalan pada tahun ajaran baru mendatang. "Sekarang sedang kami persiapkan perangkat-perangkatnya. Diharapkan bulan Juli tahun 2020 sudah bisa running terutama di program bahasa dan teknologi. Madrasah yang berasrama wajib ditingkatkan penguasaan bahasanya. Tentu tidak bisa langsung semua, akan dilakukan uji coba dulu di beberapa madrasah untuk awalan,” terangnya.
 
Sebelumnyha, Menteri Agama, Fachrul Razi meminta Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah untuk memperkuat program pengembangan bahasa dan teknologi. Salah satunya agar siswa madrasah dapat menguasai setidaknya satu bahasa asing saat lulus.
 
"Madrasah harus mencetak generasi unggul dan dapat bersaing di dunia luar. Anak madrasah harus bisa menangkap peluang kerja," kata Fachrul.
 
Direktur KSKK Madrasah A. Umar menjelaskan, pengembangan bahasa di madrasah selama ini lebih menekankan pada penguasaan bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin. Program pengembangan ini berlaku untuk seluruh siswa madrasah, baik siswa Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah ataupun Raudhatul Athfal.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif