Wisata Sejarah di Kota Tua Diminati di Akhir Tahun

inten Suhartien 28 Desember 2017 15:01 WIB
pendidikan
Wisata Sejarah di Kota Tua Diminati di Akhir Tahun
Suasana di sekitaran Kota Tua Jakarta, Kamis, 28 Desember 2017, Medcom.id - Inten
Jakarta: Berlibur menjadi alasan sebagian warga untuk memanfaatkan masa akhir tahun. Apalagi, anak-anak sedang libur sekolah. Banyak pilihan berlibur di Jakarta. Satu di antaranya berlibur di Kota Tua yang menawarkan wisata sejarah.

Berwisata di Kota Tua tentunya memiliki sensasi yang berbeda dari pada berlibur di pusat perbelanjaan ataupun objek bernuansa alam. Di Kota Tua, pengunjung disajikan dengan bangunan-bangunan bersejarah dan informasi kilas balik Jakarta.


Staf Pelayanan Informasi UPK Kota Tua Ario Wicaksono mengatakan jumlah pengunjung di musim libur lebih banyak ketimbang hari biasa. Pada 25 Desember 2017, bertepatan dengan perayaan Natal, jumlah penunjung mencapai 148.493 orang. Esoknya, yaitu 26 Desember, jumlah pengunjung meningkat menjadi 166.397 orang.

"Bisa dikatakan wisata sejarah tetap diminati. Jumlah itu meningkat karena di hari libur akhir pekan biasa, hanya ada 27 ribu sampai dengan 50 ribu pengunjung," ungkap Ario, Kamis, 27 Desember 2017.

Setiap hari, mulai pukul 22.00 WIB, ujar Ario, pengelola mensetrilisasi area Taman Fatahillah yang berada dalam satu kompleks di Kota Tua. Taman Fatahillah berlokasi tepat di Museum Fatahillah. Bangunan berarsitektur kolonial itu menjadi magnet utama di Kota Tua. 

Menurut Ario, sebanyak 40 persen pengunjung Kota Tua menjadikan Museum Fatahillah sebagai tujuan utama. Pengunjung bebas keluar masuk kawasan Kota Tua karena gratis. Tapi bila hendak masuk ke Museum Fatahillah, pengunjung harus membeli tiket sebesar Rp5.000 untuk umum, Rp3.000 untuk mahasiswa, dan anak-anak Rp2.000. Bila datang beramai-ramai, pengunjung hanya dikenakan tarif sebesar Rp1.700 per orang.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id