Ilustrasi. Foto: MI/Andri Widiyanto
Ilustrasi. Foto: MI/Andri Widiyanto

Epidemiolog Sarankan PTM Ditunda jika Kasus Covid-19 Melonjak Usai Lebaran

Pendidikan Mudik Lebaran Virus Korona Universitas Indonesia Satgas Covid-19
Ilham Pratama Putra • 12 Mei 2021 17:52
Jakarta: Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono memprediksi ada lonjakan kasus covid-19 usai Lebaran. Bila terjadi lonjakan, ia menyarankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ditiadakan.
 
"Ya kalau ada lonjakan, tidak ada pembukaan sekolah," kata Pandu kepada Medcom.id, Rabu, 12 Mei 2021.
 
Pandu menuturkan meskipun pemerintah telah melarang mudik nyatanya masih banyak masyarakat yang tetap memilih pulang ke kampung halaman. Bahkan, ada yang sampai menerabas pos penyekatan mudik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Situasi ini, kata Pandu, membuat ancaman 'tsunami' covid-19 potensial terjadi selepas Lebaran. Pembukaan sekolah pun menjadi sangat berisiko bila dilakukan di tengah lonjakan kasus korona.
 
Ia menekankan, semua pihak, termasuk masyarakat, harus bekerja sama dalam pengendalian covid-19 dengan tidak melakukan mobilitas tinggi, tidak mudik, dan tidak berkerumun. Masyarakat juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan semakin disiplin.
 
Baca: Epidemiolog UI: Indonesia Siaga 'Tsunami' Covid-19 Usai Lebaran
 
Pandu menuturkan lonjakan kasus covid-19 yang terjadi di sejumlah provinsi bukan lagi sekadar alarm. Tapi, harus bersiap untuk kemungkinan kondisi yang lebih buruk ke depannya akibat peningkatan kasus covid-19.
 
Menurut dia, Indonesia hanya tinggal menunggu giliran akan mengalami tsunami covid-19. Beberapa negara di dunia sudah mengalami lonjakan kasus signifikan.
 
"Ini bukan alarm, kita harus siap siaga semua negara sudah mengalami lonjakan kok. Malaysia sudah, Thailand sudah, kan tinggal sebentar lagi Indonesia, kan tinggal nunggu giliran dari India terus negara tetangganya Nepal, Bangladesh, Malaysia, Thailand, nah Indonesia ini sebentar lagi habis lebaran ya kita siap-siap," ujarnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif