Menko PMK Muhadjir Effendy. Foto: Medcom/Citra Larasati.
Menko PMK Muhadjir Effendy. Foto: Medcom/Citra Larasati.

Menko PMK Targetkan Turunkan Angkatan Kerja Lulusan SD/SMP

Pendidikan tenaga kerja Pendidikan Tinggi
Daviq Umar Al Faruq • 19 Oktober 2020 21:13
Malang: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyatakan mayoritas angkatan kerja Indonesia memiliki tingkat pendidikan SD-SMP. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2020, jumlahnya mencapai 56,82 persen.
 
Muhadjir menambahkan, angkatan kerja berpendidikan SMA/SMK sebesar 30,16 persen. Lalu, sekitar 13,02 persen adalah angkatan kerja berpendidikan Diploma ke atas.
 
"Target kita, mestinya, tamatan SD dan SMP dari waktu ke waktu harus semakin kecil. Kita upayakan angkatan kerja tamatan SD dan SMP bisa menginjak angka 30 persen," kata Muhadjir saat memberikan orasi ilmiah di gelaran Wisuda ke-97 Periode III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin 19 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Muhadjir, menargetkan angkatan kerja tamatan SMA/SMK naik dari 30 persen menjadi 40 persen. Sedangkan, untuk Diploma dan perguruan tinggi dari 13 persen, diharapkan akan naik menjadi 20 persen.
 
"Usaha ini perlu upaya kerja keras Pemerintah untuk meningkatkan kapasitas di angkatan kerja Indonesia," ungkapnya.
 
Baca:Juknis Rampung, Dana BOS Madrasah dan Pesantren Segera Cair
 
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berharap angkatan kerja baru di UMM siap menghadapi segala rintangan dunia kerja yang bakal dihadapi di masa depan. Muhadjir juga berpesan kepada lulusan SMA untuk segera masuk menjadi bagian angkatan kerja produktif.
 
"Jadi kalian lah yang akan menentukan masa depan Indonesia karena memiliki tingkat intelektual, keterampilan, dan keterlatihan tinggi," terang Muhadjir.
 
Muhadjir menegaskan, pemerintah memiliki itikad baik dan kemauan baik untuk masyarakat yang belum mendapatkan lapangan pekerjaan agar mendapatkan kemudahan. Baik untuk menjadi bagian dari sebuah perusahaan besar ataupun membuat perusahaan-perusahaan kecil. Dan yang paling penting justru mendorong untuk menjadi tenaga kerja mandiri sehingga membuka lapangan pekerjaan.
 
"Tidak ada ceritanya orang besar dan berhasil tanpa ada tantangan. Tidak ada ceritanya orang yang bisa membuat sejarah, tanpa harus menerobos berbagai macam halangan dan rintangan," ungkapnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif