Tangkal Paham Radikalisme

Forum Rektor Minta Sivitas Akademika Jadi Teladan Penegak NKRI

Intan Yunelia 14 Mei 2018 12:14 WIB
Teror Bom di Surabaya
Forum Rektor Minta Sivitas Akademika Jadi Teladan Penegak NKRI
Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Forum Rektor Indonesia (FRI). Foto: Humas Uhamka
Jakarta:Forum Rektor Indonesia (FRI) mengutuk keras rentetan teror bom yang terjadi di Surabaya.  Seluruh sivitas akademika diimbau menjadi teladan dalam perannya menjaga dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) apapun bidang yang digelutinya.

"Warga kampus  harus menjadi teladan dalam kehidupan politik, sosial, budaya dalam koridor NKRI," kata Ketua Dewan Pertimbangan FRI, Suyatno, dalam siaran persnya di Jakarta, Senin, 14 Mei 2018.


Menjelang bulan suci Ramadhan 1439 H, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan aksi narapidana Terorisme di Mako Brimob serta ledakan bom di lima lokasi di Surabaya, pada minggu dan Senin, 13-14 Mei 2018.

Kejadian menyedihkan ini, kata Suyatno, merupakan pertanda bahwa radikalisme yang biadab ini masih ada di Indonesia. "Padahal perilaku sadis atas dalih apapun sangat merusak hubungan kemanusiaan dan keluar dari perilaku bangsa Indonesia yang beradab," tegas Suyatno.

Oleh karena itu Dewan Pertimbangan dan Pimpinan Forum Rektor Indonesia (FRI) menyatakan sikap mengecam dan mengutuk keras segala tindakan kebiadaban, kekerasan, radikalisme, dan terorisme, apapun motif dan tujuan yang mendasarinya.

Menurut Suyatno, tidak ada satu pun agama yang mengajarkan perilaku sadisme, teror, menyebar kebencian, dan kekerasan. "Semua agama di muka bumi ini cinta akan perdamaian dan keselamatan untuk seluruh umat manusia, bahkan alam," jelasnya.

Suyatno atas nama FRI menyampaikan turut berbela sungkawa yang sangat mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang sedang dialami. "Semoga keluarga, kerabat, dan kita semua diberi-Nya ketabahan dan kesabaran dalam menerima cobaan berat ini," ucap Rektor UHAMKA ini.

FRI mendorong penuh agar aparat keamanan bertindak tegas tanpa pandang bulu dalam mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya segala perilaku biadab secara komprehensif, cepat dan tuntas. "Stop gerakan radikalisme secara intensif dari berbagai pihak," serunya.

Menurut Suyatno, FRI juga siap untuk bekerjasama dengan semua pihak yang menginginkan perdamaian, ketenangan, dan keselamatan NKRI.  Ia Meminta semua pemuka agama, tokoh masyarakat dan pimpinan kampus untuk selalu menabur benih dan mengajarkan kebaikan, perdamaian, serta toleransi.

"Menjauhi perilaku biadab, keras, dan benci karena adanya perbedaan.  Ingat bahwa perbedaan adalah rahmat," terangnya.

Indonesia juga memiliki ideologi Pancasila yang baik terkait hubungan dengan Tuhan secara vertikal dan hubungan dengan sesama manusia secara horizontal. "Ingat bahwa semua manusia adalah bersaudara," jelas Dia.

Ia juga mengimbau warga perguruan tinggi agar selalu mendahulukan kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara, tetap bersatu dalam perdamaian, saling menolong untuk kebaikan, keselamatan, keamanan, kemaslahatan, dan ketenteraman hidup sebagai anggota sivitas akademika dan warga negara yang baik.
 



(CEU)