Sejumlah Jurusan di SMK Bakal Ditutup
Direktur Jenderal Sekolah Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad dan Direktur Pembinaan SMK, M. Bakhrun, Dokumentasi Kemendikbud.
Jakarta:Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menutup sejumlah  jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Terutama jurusan yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan industri, dan sekolah yang lulusannya sudahover supply.

Direktur Jenderal Sekolah Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad mengatakan akan mengevaluasi beberapa jurusan di SMK.  "Itu harus dilakukan penutupan, ya tentu passing out-nya tidak dadakan, mungkin jumlah siswanya dulu dikurangi-dikurangi terus," kata Hamid di Kantor Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat 17 Agustus 2018.


Baca: Presiden Minta Link and Match antara Pendidikan Vokasi dan Industri

Ada dua macam jurusan yang akan ditutup, yakni sudah tidak sesuai dengan kebutuhan industri dan surplus lulusan.  Hamid mencatat beberapa jurusan di SMK yang surplus lulusannya.

Jumlah lulusan yang berlebih ini membuat mereka menganggur, karena tak terserap di dunia kerja. Contohnya.  Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

"Seperti halnya TIK komputer jaringan ya, itukan dari Sabang sampai Merauke dibuka, padahal industri yang membutuhkan itu tidak sebanyak siswa yang ada di sekolah kita," jelas Hamid.

Permasalahan tersebutlah yang harus ditinjau lagi di sekolah kejuruan. Kerja sama antar industri juga dibutuhkan untuk mempersiapkan anak-anak yang tamat sekolah agar langsung bisa diserap di industri.

"Sehingga nanti ada rekomendasi jurusan juga ya. Itu juga sesuai dengan revitalisasi SMK," pungkasnya.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id