Konferensi Pers Basoeki Abdullah Art Award #3 di Jakarta, Selasa (24/9). Foto:  Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Konferensi Pers Basoeki Abdullah Art Award #3 di Jakarta, Selasa (24/9). Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Basoeki Abdullah Art Award Kembali Digelar

Pendidikan lukisan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 24 September 2019 13:34
Jakarta:Museum Basoeki Abdullah kembali menggelar Basoeki Abdullah Art Award #3 (BAA#3). Gelaran ini digelar untuk merangsang perupa muda agar belajar dari sosok Sang Maestro lukis, Basoeki Abdullah.
 
"Bisa mengapresiasi Basoeki Abdullah, menyampaikan bahwa karyanya perlu dilakukan terus menerus, meski tiga tahun sekali. Tanpa ini, anak muda tidak mengenal lagi Basoeki Abdullah," kata Kepala Sub Direktorat Kebudayaan, Susiyanti dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, Selasa, 24 September 2019.
 
Mikke Susanto, Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta sekaligus juri BAA#3 mengungkapkan, gelaran ini bertujuan agar anak muda Indonesia bisa belajar dari Basoeki Abdullah. Basoeki yang dikenal sebagai maestro pelukis realis dan naturalis ini dikenal sebagai sosok yang penuh dengan pelajaran, cerita, dan kisah yang menarik serta inspiratif saat berkarya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Event inibertujuan untuk menggerakkan anak-anak muda Indonesia belajar ke sang maestro," ujar Mikke.
 
Mikke menyebut, Basoeki memiliki tujuh tema yang bisa dipelajari perupa muda. Salah satunya mitologi, yang juga diangkat sebagai tema BAAA#3.
 
Ia menjelaskan, Basoeki piawai dalam tema tersebut. Ia bahkan telah melakukan modernisasi mitologi ke dalam konsep beautifikasi.
 
"Misal Nyi Roro Kidul, Mahabharata. Piawai modernisasi sosok figur, merasa lebih dekat tidak seperti wayang. Berbeda betul," terangnya.
 
BAA#3 diikuti 219 peserta dengan 263 karya judul. Sebanyak 40 nominator karyanya akan dipajang di dalam Museum Basoeki Abdullah, nantinya akan dipilih lima karya terbaik versi juri.
 
Tim juri terdiri dari Pengamat Seni dan Pendidik di UPH, Amir Sidharta, Kurator Seni dan Guru Besar UNESA Surabaya, Djuli Djatiprambudi, Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Irawan Karseno, Kurator dan Staf Pengajar ISI Yogyakarta, Mikke Susanto dan Kurator serta Dosen FSRD ITB, Rikrik Kusmara.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif