Sebanyak 8 Sekolah di Kota Tasikmalaya telah menggelar pelaksanaan Ujian Nasional Pensil Kertas (UNPK). , MI/Adi Kristiadi.
Sebanyak 8 Sekolah di Kota Tasikmalaya telah menggelar pelaksanaan Ujian Nasional Pensil Kertas (UNPK). , MI/Adi Kristiadi.

13 Kabupaten dan Kota di Sultra Belum UNBK

Pendidikan ujian nasional
Antara • 22 April 2019 16:08
Kendari: Sebanyak 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara belum menyelengggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) negeri maupun swasta. Baru empat kabupaten kota yang telah menyelenggarakan UNBK, karena berbagai kendala keterbatasan sarana prasarana.
 
"Ke-13 daerah yang belum melaksanakan UNBK karena terkendala sarana infrastruktur, sehingga hanya melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNKP)," kata Koordinator Helpdesk
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Sjaefuddin di Kendari, Senin, 22 April 2019.
 
Baca:UNBK SMP Ditargetkan 100 Persen Tahun Depan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengungkapkan, jumlah siswa yang mengikuti UNBK di Sultra tahun ini sebanyak 30.284 siswa, sedangkan 21.563 siswa lainnya masih UNKP. "Keempat daerah di Sultra yang sudah 100 persen menyelenggarakan UNBK SMP/MTs adalah Kota Kendari, Kolaka Utara, Buton dan Buton Selatan," sebutnya.
 
Sjaefuddin mengatakan, berdasarkan laporan dari beberapa pengawas ujian, UNBK SMP/MTs yang berlangsung selama empat hari, yakni 22-25 April 2019 akan berjalan lancar dan aman.
Terkait siswa yang belum mengikuti UNBK maupun UNKP hari ini, dapat mengikuti UN susulan yang akan dilaksanakan selama dua hari, yakni 29 April 2019 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Sedangkan mata pelajaran Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam dilaksanakan 30 april 2019.
 
Seperti diberitakan sebelumnya,Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) belum bisa menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 100 persen di seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia tahun ini, karena keterbatasan sarana prasarana komputer. Pelaksanaan UNBK SMP 100 persen ditargetkan bisa tercapai tahun depan.
 
"Karena jumlahnya sangat banyak, dan SMP ini sebagian besar yang belum bisa UNBK itu wilayah 3T (terluar, terdepan, tertinggal). Sarana untuk melakukan ujiannya belum memenuhi. Prasarananya terutama jaringan TI (Teknologi Informasi) belum terpenuhi dengan baik. Tapi terus kita koordinasikan. Tahun depan 100 persen," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy usai meninjau UN SMP 11, di Jalan Kerinci VIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 22 April 2019.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif