Mengusung tema epik “SYNC: Synchronizing Art, Tech, and Leadership”, JSLS 2026 bukan sekadar seminar biasa. Acara ini menjadi melting pot edukatif yang meleburkan kreativitas, penguasaan kecerdasan buatan (AI), dan fondasi kepemimpinan masa depan.
Tema “SYNC” menyoroti realitas baru: kuliah kini bukan sebatas memilih program studi, melainkan tentang bagaimana menyinkronkan talenta teknologi masa depan dengan kapasitas kepemimpinan yang solid. Lewat jalur pendaftaran gratis, membludaknya antusiasme peserta membuktikan tingginya kebutuhan Gen Z akan ruang pengembangan diri yang relatable.
Wakil Rektor Bidang Admisi, Kemahasiswaan, dan Alumni Telkom University, Prof. Dr. Ratri Wahyuningtyas, S.T., M.M., mengingatkan bahwa melek teknologi harus dibarengi dengan karakter tangguh.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan rekan-rekan sebagai generasi penerus bangsa sekaligus menciptakan the future leaders yang memiliki karakter kuat," ujar Ratri.
Jakarta Student Leader Summit 2026. Foto: Telkom University Jakarta
Langkah taktis ini selaras dengan komitmen TUJ dalam membekali mahasiswa melalui kombinasi keahlian teknis dan kepemimpinan berlandaskan nilai HEI (Harmony, Excellent, Integrity).
Rahasia Jadi 'The Triple Threat Leader'
Memasuki sesi utama, panggung talkshow makin memanas saat dosen sekaligus influencer Risky Danie Fahrulloh (Dann Rizky) membongkar konsep “The Triple Threat Leader”. Ia menyebut Gen Z harus menguasai tiga pilar utama:- Art (Seni sebagai Storytelling): Pemimpin wajib punya keahlian berkisah untuk membangun empati, memecahkan masalah dengan kreatif, dan menyampaikan pesan agar tidak membosankan.
- Tech (AI sebagai Co-Pilot): AI harus diposisikan sebagai asisten cerdas, bukan pengganti peran manusia. Gen Z wajib bertindak sebagai 'pilot' yang memegang kendali penuh atas keputusan dan nalar kritis.
- Leadership (The Sync Factor): Pemimpin efektif mengutamakan empati, konsisten pada visi, dan berani mengambil aksi nyata ketimbang banyak mengeluh.
Dua perwakilan Forum OSIS (FOS) DKI Jakarta, Aisya dan Arsya, turut mengamini hal tersebut. Menurut mereka, kepemimpinan sejati berawal dari komitmen diri dan komunikasi yang kuat. Sosok pemimpin hebat masa kini adalah mereka yang bisa menjadi coach, aktif mendengar aspirasi anggotanya namun tetap gesit dan humanis saat mengambil keputusan.
Dukungan nyata terhadap urgensi kepemimpinan era digital juga datang dari regulator pendidikan. Kepala Seksi Kelembagaan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Drs. Umaryadi, M.M., memberikan apresiasi tingginya.
"Sebagai calon pemimpin masa depan, para pelajar harus bijak dalam memanfaatkan teknologi. Tidak hanya menjadi pengguna, tetapi berinovasilah dan memperkuat karakter diri agar kalian benar-benar siap melanjutkan estafet kepemimpinan di masa yang akan datang," tutur Umaryadi.
Talkshow JSLS 2026. Foto: TUJ
Bikin Chatbot Tanpa Coding hingga Konser Seru
Menolak bosan dengan teori, JSLS 2026 juga mengajak ratusan peserta hands-on langsung lewat sesi Trial Class interaktif. Dipandu langsung oleh para dosen TUJ, siswa-siswi diajak mempraktikkan ilmu terapan masa depan.Keseruan pecah saat peserta menjajal uji coba komponen proyek Internet of Things (IoT) bersama Prodi S1 Teknik Telekomunikasi, berkreasi membuat ilustrasi di kelas S1 DKV, hingga menganalisis jejak media sosial di kelas S1 Sistem Informasi. Namun yang tak kalah mencuri perhatian adalah tantangan membuat chatbot tanpa coding hanya dalam waktu 60 menit bersama S1 Teknologi Informasi!
Salah satu kegiatan di JSLS 2026. Foto: TUJ
Di luar ruang kelas, kemeriahan berlanjut di Campus Innovation Expo and Market Day yang memamerkan deretan karya inovatif mahasiswa dari empat program studi andalan TUJ. Pameran ini sukses memikat para pelajar yang tengah mengeksplorasi pilihan studi lanjut mereka.
Sebagai penutup yang asyik, JSLS 2026 disempurnakan dengan penampilan guest star Adrian Khalif. Ratusan pelajar bernyanyi bersama, menciptakan atmosfer inklusif, kreatif, dan sangat dekat dengan jiwa muda. Melihat sukses besarnya, Telkom University Jakarta memproyeksikan gelaran ini sebagai agenda tahunan resmi.
Salah satu kegiatan JSLS 2026. Foto: TUJ
Bagi generasi muda yang mencari ekosistem belajar adaptif, Telkom University Jakarta membuktikan diri bukan sekadar tempat mengejar gelar, melainkan wadah dinamis tempat kreativitas dan teknologi berpadu untuk mencetak para inovator masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News