Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: YouTube
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: YouTube

Jokowi Minta Lulusan Perguruan Tinggi Tak Gagap Songsong Masa Depan

Pendidikan Jokowi Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi Forum Rektor Indonesia
Ilham Pratama Putra • 27 Juli 2021 15:47
Jakarta:  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar perguruan tinggi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan talentanya agar tidak gagap menyongsong masa depan.  Mahasiswa di jurusan yang sama tidak berarti harus belajar tentang hal yang sepenuhnya sama.
 
"Mahasiswa di jurusan yang sama tidak berarti nantinya harus berprofesi yang sama," kata Jokowi dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) Konvensi Kampus XVII dan Temu Tahunan XXIII FRI 2021, Selasa, 27 Juli 2021.
 
Menurutnya, setiap mahasiswa mempunyai talentanya masing-masing dan talenta ini yang harus digali, difasilitasi dan dikembangkan. Dengan begitu, apapun nantinya jenis profesi di masa depan mahasiswa mampu beradaptasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan memagari disiplin ilmu terlalu kaku, korbannya bukan hanya alumni yang gagap menyongsong masa depan, tetapi juga perguruan tinggi tidak mampu membangun relevansi dunia yang tengah terdisrupsi," kata Jokowi.
 
Presiden mengatakan, perkembangan teknologi yang kian canggih harus terus diadaptasi dengan cepat oleh para mahasiswa.  Pasalnya, banyak instrumen yang menjadi usang akibat pesatnya kemajuan dan disrupsi teknologi.
 
"Menjadi tidak relevan lagi, yang menjadi usang karena disrupsi," kata Jokowi.
 
Baca juga:  Jokowi Minta Perguruan Tinggi Jadi 'Edu Tech Institution'
 
Pengetahuan baru itulah yang harus terus ditelisik oleh generasi penerus bangsa. Jika tidak mahasiswa akan terjebak dalam disrupsi.
 
Terlebih, kata Jokowi, tentu akan ada banyak jenis pekerjaan yang hilang karena disrupsi. Namun, di saat yang bersamaan pula akan ada pekerjaan baru yang bermunculan.
 
"Yang ingin saya tekankan, jangan sampai pengetahuan dan keterampilan mahasiswa itu justru tidak menyongsong masa depan, pengetahuan dan keterampilan yang hebat di masa ini bisa jadi sudah tidak dibutuhkan lagi dalam lima tahun atau 10 tahun ke depan," tuturnya.
 
Mahasiswa harus disiapkan menguasai pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk zaman sekarang dan ke depan. Perguruan tinggi pun diminta untuk berkolaborasi dengan para praktisi dan juga pelaku industri.
 
Industri mesti diajak untuk ikut mendidik para mahasiswa sesuai kurikulum industri. Hal itu diupayakan agar para mahasiswa memperoleh pengalaman yang berbeda dari pengalaman di dalam kelas.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif