Menteri Agama Fachrul Razi. Foto: MI/Susanto
Menteri Agama Fachrul Razi. Foto: MI/Susanto

Pedoman Belajar Madrasah dan Kampus Keagamaan Mengacu Ketentuan Kemendikbud

Pendidikan sekolah Kenormalan Baru
Muhammad Syahrul Ramadhan • 18 Juni 2020 22:53
Jakarta: Menteri Agama Fachrul Razi mengeluarkan pedoman pembelajaran pendidikan keagamaan tidak berasrama. Satuan pendidikan kategori ini meliputi madrasah hingga perguruan tinggi keagamaan.
 
"Untuk pendidikan keagamaan yang tidak berasrama, berlaku ketentuan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, baik pada jenjang pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi," kata Fachrul Razi dalam siaran pers, Kamis, 18 Juni 2020.
 
Fachrul memerinci, pendidikan keagamaan tidak berasrama meliputi Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ); SD Teologi Kristen (SDTK), SMP Teologi Kristen (SMPTK), Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK), dan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) dan Perguruan Tinggi Katolik (PTK); Pendidikan Keagamaan Hindu; Lembaga Sekolah Minggu Buddha, Lembaga Dhammaseka, Lembaga Pabajja, serta Sekolah Tinggi Agama Khonghucu dan Sekolah Minggu Konghucu di Klenteng.
 
Baca:Menag Terbitkan Panduan Pembelajaran di Pesantren
 
Fachrul juga menjabarkan empat ketentuan yang harus menjadi perhatian lembaga pendidikan keagamaan tidak berasrama. Ketentuan ini juga berlaku bagi pendidikan keagamaan berasrama.
 
Pertama, wajib membentuk gugus tugas percepatan penanganan covid-19. Kemudian Memiliki fasilitas yang memenuhi protokol kesehatan. Lalu, dipastikan aman dari covid-19.
 
"Dibuktikan dengan surat keterangan dari gugus tugas percepatan penanganan covid-19 atau pemerintah daerah setempat," jelasnya.
 
Selanjutnya, semua orang yang ada dalam satuan pendidikan keagamaan harus dipastikan dalam kondisi sehat, baik itu Pimpinan, pengelola, pendidik, dan peserta didik. Ini harus dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari fasilitas pelayanan kesehatan setempat.
 
"Keempat ketentuan ini harus dijadikan panduan bersama bagi pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan yang akan menggelar pembelajaran di masa pandemi," tegasnya.
 

(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif