Hal itu disampaikan saat membuka secara resmi Doctrine UK Summit x Cendekia Research Showcase 2026 di Engineering Building, Coventry University, Rabu, 8 Juli 2026. Acara yang mengusung tema "Indonesian Scholars as Agents of Knowledge Diplomacy in Indonesia–UK Partnership" ini mempertemukan sekitar 110 peneliti doktoral dan akademisi diaspora Indonesia dari lebih dari 20 universitas di seluruh Inggris.
"Gelar doktor (S3) bukanlah tentang mengetahui lebih banyak hal. Gelar tersebut adalah tentang memahami satu pertanyaan penting secara lebih mendalam daripada siapa pun," ujar Desra dalam keterangan tertulis dikutip Kamis, 16 Juli 2026.
Dia menegaskan Indonesia membutuhkan cendekiawan dengan wawasan mendalam, karakter kuat, dan komitmen nyata untuk memberi dampak bukan sekadar menambah jumlah gelar doktor.
Vice-Provost (Research and Enterprise) and Deputy Vice-Chancellor (Research), Coventry University, Prof. Richard Dashwood, mengatakan hubungan Indonesia dan United Kingdom tumbuh bukan hanya melalui diplomasi dan kebijakan, tetapi juga melalui budaya, persahabatan, dan pengalaman bersama.
“Anda, para akademisi Indonesia yang berkumpul di sini hari ini, adalah duta besar dengan hak Anda sendiri,” ujar Richard.
Dia juga mengapresiasi Doctrine UK dan Benny Tjahjono atas perannya menyelenggarakan kegiatan ini. Menurut dia, universitas memiliki peran penting sebagai ruang bertemunya budaya, relasi, gagasan, dan solusi.
"Acara ini juga menjadi pengingat bahwa penelitian pada akhirnya adalah tentang manusia. Di balik setiap poster, setiap presentasi, dan setiap publikasi, ada rasa ingin tahu. Di balik setiap eksperimen, ada ketekunan. Di balik setiap terobosan, ada kolaborasi," ujar dia.

Doctrine UK Summit x Cendekia Research Showcase 2026. DOK Istimewa
Ketua Panitia Penyelenggara, Tubagus M. Aziz Soelaiman, mengungkapkan acara ini berawal dari keinginan mahasiswa doktoral Indonesia di UK untuk terhubung dengan sesama akademisi, mendorong pengembangan diri, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset dan perluasan jejaring. Hal ini agar dampaknya dapat dirasakan setelah lulus nanti.
"Ini juga menjadi bukti nyata peluang yang tersedia bagi mahasiswa Indonesia di Inggris, melalui Doctrine UK di tingkat nasional dan Cendekia Coventry di tingkat lokal," ujar dia.
Kegiatan ini juga menampilkan pameran 53 poster riset dari peneliti doktoral Indonesia yang berasal dari sekitar 12 universitas di Inggris, mencakup empat rumpun keilmuan: humaniora dan seni; kedokteran, kesehatan, dan ilmu hayati; sains, teknik, dan matematika; serta ilmu sosial. Ini mencerminkan luas dan beragamnya kontribusi riset mahasiswa Indonesia di Inggris.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas penelitian dan kemampuan komunikasi ilmiah, panitia memberikan penghargaan Best Poster, Best Presenter, dan Most Favourite Poster. Berikut daftar penerima penghargaan:
- Best Presenter: Rinaldi dari University of Dundee melalui penelitiannya mengenai dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap paparan bensin pada rumah tangga di Indonesia.
- Most Favourite Poster: Nurfitriah dari Coventry University atas penelitiannya mengenai pemanfaatan glosarium berbasis kecerdasan artifisial di sektor pertambangan.
Para pembicara sepakat keberhasilan diplomasi pengetahuan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada relasi antarmanusia yang dibangun dan dijaga secara berkelanjutan.
Sebagai agenda tahunan, Doctrine UK Summit akan kembali digelar pada 2027 di kota tuan rumah berbeda. Penyelenggara berharap momentum ini dapat memperkuat komunitas doktoral Indonesia di Inggris, memperluas jejaring dengan mitra Inggris, dan menghadirkan dampak yang lebih besar bagi Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda