Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Dokumentasi KPAI.
Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Dokumentasi KPAI.

Cyber Bullying di Kalangan Siswa Meningkat di 2018

Pendidikan kekerasan anak
Citra Larasati • 27 Desember 2018 19:42
Jakarta: Kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah mendominasi catatanpelanggaran hak-hak anak di bidang pendidikan sepanjang tahun 2018. Perundungan di dunia maya (cyber bullying) di 2018 juga meningkat cukup signifikan di kalangan para siswa
 
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sejumlah pelanggaran hak-hak anak di bidang pendidikan sepanjang tahun 2018. Di imana pelanggaran hak anak didominasi oleh
Kekerasan fisik, perundungan, kekerasan seksual, dan verbal.
 
"Kasus yang terbanyak terjadi dengan pelaku pendidik, kepala sekolah dan peserta didik, sedangkan korban kekerasan seksual tahun 2018 didominasi oleh anak laki-laki," kata Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti, di Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPAI juga mencatat, perundungan di dunia maya (cyber bullying) di 2018 meningkat cukup signifikan di kalangan para siswa, seiring dengan penggunaan internet dan media sosial di kalangan anak-anak. "Termasuk kasus body shaming," ujarnya.
 
Bahkan, beberapa video di Youtube juga memengaruhi perilaku peserta didik, seperti menyilet pergelangan tangan untuk mendapatkan sensasi melupakan permasalahan yang dihadapi.KPAI juga mencatat berbagai permasalahan di pendidikan yang dihadapi anak-anak pascabencana. Seiring dengan terjadinya sejumlah bencana alam seperti gempa, tsunami dan banjir sepanjang 2018.
 
Baca:Dua Mahasiswa Unpad Ditemukan Bunuh Diri dalam Sepekan
 
Kerusakan gedung-gedung sekolah, trauma anak-anak akibat bencana, dan lainnya menjadi permasalahan yang cukup pelik di lapangan. Mulai dari pembangunan sekolah darurat, mengembangkan kurikulum sekolah darurat, sampai pemulihan psikologis terhadap pendidik dan peserta didik yang terdampak bencana.
 
Dari total 445 kasus bidang pendidikan KPAI sepanjang tahun 2018, terdiri dari kasus kekerasan sebanyak 228 kasus atau 51,20%. "Separuh lebih dari kasus pendidikan di KPAI," terang mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Jakarta ini.
 
Selanjutnya kasus tawuran pelajar mencapai 144 kasus (32,35%), kasus tahun 2018 ini cukup mengenaskan karena pelaku tawuran menyiram korban dengan air keras sehingga korban meninggal dunia. Adapun kasus anak menjadi korban kebijakan mencapai 73 kasus (16.50%), angka ini lebih tinggi dari angka tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 52 kasus.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif