Eka Hafsari, mahasiswa prodi Manajemen Sekolah Vokasi (SV) UGM saat menerima penghargaan, Medcom.id/Patricia Vicka.
Eka Hafsari, mahasiswa prodi Manajemen Sekolah Vokasi (SV) UGM saat menerima penghargaan, Medcom.id/Patricia Vicka.

Karya Ilmiah Antar Eka Hafsari Raih Dua Penghargaan ASEAN

Pendidikan prestasi mahasiswa
Patricia Vicka • 16 Mei 2019 14:59
Yogyakarta: Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi di kancah ASEAN. Eka Hafsari, mahasiswa prodi Manajemen Sekolah Vokasi (SV) UGM berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dari ASEAN.
 
Penghargaan pertama diraihnya sebagai Best Submission dalam kegiatan International Mine Day. Kegiatan inidiselenggarakan ASEAN Region Mine Action Center diPhnom Penh, Kamboja pada 3-4 April 2019.Penghargaan kedua adalahBest Paper Awarddalam ajangASEAN Student Conference pada 20-26 Januari 2019 di Universiti Utara Malaysia.
 
Eka menjelaskan, ia berhasil menyabet penghargaanBest Submissionberkatposter ilmiah berjudul Little Things Big Impact. Melalui karyanya ituEkaberusaha menyampaikan informasi tentang ranjau di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya paparkan fakta yang dilakukan satgas dalam penanganan ranjau dan metode yang tepat saat menemui ranjau,” ujar Eka melalui keterangan tertulisnya di Yogyakarta, Rabu 15 Mei 2019.
 
Kegiatan ini diikuti 600 mahasiswa dari 10 negara anggota ASEAN. Dari jumlah tersebut selanjutnya dipilih tiga orang dengan esai atau poster terbaik dari setiap negara.Total ada 30 delegasi dengan karya terbaik yang terpilih
 
“Saya terpilih menjadi salah satu delegasi dengan karya terbaik untuk diberikan programfull fundedterkait aksi ranjau di Kamboja,” jelasEka.
 
Baca:Bos Grab Harap Pemerintahan Baru Tetap Pro Startup
 
Sementarapenghargaan kedua diraih Ekadari hasil karya tulis ilmiahnya. Ekamengusung tema Beat The Deforestation dengan judulKEPUH (Forest Protection Group and Springs Preserver) As Life Supporters of Mendiro Village. Karya tulisinimenceritakan pengalaman tentang kelompok masyarakat di desa asalnya yakni Mendiro, Jombang, Jawa Timur yang memiliki kepedulian terhadap hutan tepatnya di Mendiro, Jombang.
 
“Di daerah saya ada kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap hutan yang berkegiatan sejak tahun 1999 lalu,” tuturnya.
 
Kelompok ini, lanjutnya, terbentuk atas kesadaran masyarakat setempat terhadap hutan. Mereka bergerak cepat mengatasi persoalan lingkungan di daerahnya, seperti saat sumber air surut dan penebangan ilegal yang terus berlangsung sampai tahun 1998.
 
Hal tersebut akhirnya menggerakan salah satu warga menginisasi kegiatan menjaga alam dengan mengajak beberapa warga menjadi relawan. Kelompok ini memiliki sejumlah program yang telah diimplementasikan dan saat ini Dusun Mendiro telah dikenal sebagai desa wisata konservasi.
 
AjangASEAN Student Conferencediikuti 30 finalis mahasiswa dari sembilan anggota ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Myanmar, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina,Thailand, dan Vietnam.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif