Mendikbud, Nadiem Makarim.  Foto:  MI/Panca Syurkani
Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: MI/Panca Syurkani

Nadiem: Mohon Jangan Panggil Pak, Mas Nadiem Saja

Pendidikan Kabinet Jokowi-Maruf beasiswa osc
Muhammad Syahrul Ramadhan • 23 Oktober 2019 16:12
Jakarta:Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim memberi sambutan perdananya di Gedung Kemendikbud. Ia mengaku masih kaku dengan salam untuk sambutan formal sebagai menteri.
 
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera, Om swastiastu, Namo buddhaya, salam kebajikan, kira-kira? Maaf masih kaku," kata Nadiem membuka sambutannya di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.
 
Sebelumnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy dalam sambutannya menyampaikan, Nadiem sebagai menteri harus bisa memberi salam lengkap. Karena akan sering berbicara di depan acara formal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu ia mengaku masih belum terbiasa dengan fasilitas yang diberikan negara kepada menteri. Salah satunya ajudan yang akan mendampingi di setiap kegiatannya.
 
"Tadi saja masuk langsung masuk mobil, keluar baru sadar, bapak siapa? 'saya ajudan bapak' oh iya saya belum kenal'," kata Nadiem.
 
Nadiem juga ingin dirinya dipanggil 'mas', bukan Pak Nadiem. "Saya suka ditanya baik oleh media maupun orang, apa sih rencana seratus harinya Pak Nadiem, saya bilang pertama mohon jangan dipanggil 'Pak Nadiem', 'Mas Nadiem' saja," ujar dia.
 
Nadiem Anwar Makarim, pendiri Gojek, didapuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang akan membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Kabinet Kerja Jilid II. Nantinya Nadiem bakal bertugas membuat terobosan baru untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
 
Amanah untuk Nadiem ini sesuai dengan misi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin yakni membangun SDM unggul. "Akan membuat terobosan-terobosan siginifkan SDM. Menyiapkan SDM siap kerja, siap berusaha link and match pendidikan dan industri" kata Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Oktober 2019.
 
Nadiem Anwar Makarim, lahir di Singapura, 4 Juli 1984 (umur 34 tahun) adalah pendiri Gojek, sebuah perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis daring. Nadiem menamatkan pendidikan tingginya di jurusan International Relations di Brown University (2006), tiga tahun kemudian ia mengambil pasca-sarjana dan meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School.
 
Pada tahun 2006, Nadiem memulai kariernya sebagai konsultan manajemen di McKinsey and Company. Setelah memperoleh gelar MBA, ia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia.
 
Di perusahaan tersebut ia juga menjabat sebagai Managing Editor. Setelah keluar dari Zalora, ia kemudian menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Gojek yang telah ia rintis sejak tahun 2011.
 
Perusahaan rintisan (startup) digital PT Aplikasi Karya Anak Bangsa akhirnya berhasil naik peringkat dari unicorn menjadi decacorn. Produk aplikasi yang populer dengan nama Gojek ini resmi menjadi platform digital pertama asal Indonesia yang nilainya melebihi USD10 miliar.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif