Dirjen SDID, Kemendikbud, Ali Ghufron Mukti. Foto:  Medcom.id/intan Yunelia
Dirjen SDID, Kemendikbud, Ali Ghufron Mukti. Foto: Medcom.id/intan Yunelia

Indonesia Minim Dosen Bergelar S3

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 21 November 2019 15:33
Jakarta:Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan beberapa tahun ke depan jumlah dosen bergelar strata 3 (S3) lampaui 20 persen dari total dosen yang ada di Indonesia. Berdasarkan data Kemendikbud, jumlahnya kini masih di bawah 20 persen, atau baru sekitar 39.500 dari total 280.000 dosen.
 
“Target kita itu sebetulnya sekitar minimal 21 persen dari seluruh dosen harus sudah S3. Tapi sekarang baru 39.500 dosen kita yang S3 dari 280.000 dosen. Artinya belum 21 persen. Masih jauh,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kemendikbud, Ali Ghufron Mukti di acara Simposium Nasional Alumni BPPLN (Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri) dengan tema ‘Menggali Potensi Daerah, Membangun Jejaring Internasional untuk Memajukan Indonesia’ di Hotel Grand Sahid Jakarta, Kamis, 21 November 2019.
 
Sementara itu, untuk dosen yang sudah bergelar S3 akan dibuat forum khusus membahas pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Forum itu menjadi ajang tempat bertukar ide dan gagasan. Terutama mereka lulusan beasiswa pascasarjana yang sudah memasuki tahun ke 10 ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Maka kita ingin mereka yang sudah mendapatkan ini kita fasilitasi, kita kumpulkan, dan kita bikin satu web khusus untuk mereka, agar bisa berdiskusi dan mengembangkan pengetahuan dan juga ide-ide untuk kontribusi bagaimana untuk mempercepat SDM indonesia. Tentu pengetahuan-pengetahuan dan sharing-nya terkait pendidikan tinggi bagaimana menciptakan SDM unggul,” ujar Ali Ghufron.
 
Pengalaman-pengalaman yang telah mereka dapatkan selama di luar negeri akan dikelola oleh forum. Beasiswa pendidikan pascasarjana di luar negeri pesertanya mencapai 4.200 penerima beasiswa sampai saat ini.
 
“Pengalaman mereka banyak sekali dan beberapa sudah lulus dan juga sudah menjadi profesor. Ini potensi yang luar biasa dan belum di-manage dan dikelola secara baik,” imbuhnya.
 
Pengalaman mereka yang sudah bergelar S3 hingga profesor bisa ditularkan kepada dosen-dosen yang masih bergelar S2.
 
“Jadi Dikbud (Kemendikbud) mengembangkan suatu proses untuk memfasilitasi mereka berinteraksi dan memberikan satu sharing pengalaman dan pengetahuan secara transdisiplin untuk berbagi. Sehingga kami nanti ke depan bisa pengalaman-pengalaman mereka itu bisa di-sharing kepada dosen lain,” pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif