Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid di Seminar Nasional Kebangsaan ”Kebudayaan Indonesia dalam Dimensi Kekinian dan Perspektif Masa Depan
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid di Seminar Nasional Kebangsaan ”Kebudayaan Indonesia dalam Dimensi Kekinian dan Perspektif Masa Depan". Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.

Kemendikbud Kantongi Rekomendasi untuk Pemajuan Kebudayaan

Pendidikan kebudayaan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 05 Juli 2019 06:57
Jakarta: Seminar Nasional Kebangsaan bertema "Kebudayaan Indonesia dalam Dimensi Kekinian dan Perspektif Masa Depan" menghasilkan sejumlah rekomendasi agenda kerja bersama di "Jalan Kebudayaan". Rekomendasi untuk pemajuan kebudayaan tersebut dibagi menjadi dua, agenda makro strategis dan agenda mikro taktis.
 
Agenda makro strategis menjadikan "Jalan Kebudayaan" sebagai jalan pembangunan bangsa Indonesia. Untuk membentuk peradaban baru yang tangguh dan mampu menumbuhkan sumber-sumber ekonomi baru.
 
Kemudian membangun peradaban Indonesia dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara (ideologi) dan jati diri bangsa. Sehingga dibutuhkan "Restorasi Pancasila" menjadi kebudayaan yang mendukung pembangunan peradaban bangsa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, mencari bentuk-bentuk implementasi budaya kewarganegaraan yang menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan rasa persatuan Indonesia dengan kesadaran perwujudan nilai-nilai Pancasila. Melalui bentuk-bentuk budaya daerah dan kearifan lokal.
 
"Mencari makna dan merumuskan bentuk operasionalisasi instrumental yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dari nilai-nilai intrinsik kearifan lokal yang kita warisi dari masa lalu," kata Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid, dalam laporannya di Seminar Nasional Kebangsaan bertema "Kebudayaan Indonesia dalam Dimensi Kekinian dan Perspektif Masa Depan" di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Sedangkan agenda mikro taktis, di antaranya mengampanyekan tagar #IndonesiaBahagia. Untuk mengajak semua kalangan dan masyarakat luas melakukan kerja bersama memajukan kebudayaan.
 
"Membangun narasi yang kuat dari sumber-sumber kebudayaan nasional untuk membangun kebanggaan nasional dan menguatkan jati diri bangsa serta mengembangkan produk-produk ekonomi kreatif," ujar Hilmar.
 
Selanjutnya membuka ruang narasi yang menumbuhkan kreativitas dan inventivitas di tengah masyarakat (desa-desa/kampung, sekolah, kota budaya/kreatif, ruang virtual, heritage action zone) bagi berkembangnya produk-produk kebudayaan dan menjadi sumber-sumber ekonomi baru. Hilmar juga mengatakan, perlu mengedepankan inovasi dalam memajukan kebudayaan dan menjadikan teknologi sebagai sahabat untuk memajukan kesejahteraan.
 
"Tanpa meninggalkan nilai-nilai utama kebudayaan bangsa seperti gotong-royong dan tenggang rasa," ujar Hilmar.
 
Kemendikbud dan Forum Gelora menggelar Seminar Nasional Kebangsaan bertema "Kebudayaan Indonesia dalam Dimensi Kekinian dan Perspektif Masa Depan" pada 3-4 Juli 2019. Seminar ini diselenggarakan untuk mengkonsolidasikan gagasan dalam menggerakkan aksi bersama di Jalan Kebudayaan.
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif