Gempa Lombok, MI/Ramdani.
Gempa Lombok, MI/Ramdani.

UI Dilibatkan Dalam Proyek Penanganan Kebencanaan Uni Eropa

Pendidikan Pendidikan Tinggi Mitigasi Bencana
Octavianus Dwi Sutrisno • 13 Juni 2019 17:44
Depok: Universitas Indonesia, melalui Peneliti Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) dilibatkan dalam proyek inovasi peningkatan ketahanan kota terhadap bencana.
 
Proyek tersebut dinamakan Building European Communities’ Resilience and Social Capital (BuildERS) - Membangun Ketahanan dan Modal Sosial Masyarakat Eropa, yang langsung dikoordinasikan oleh Pusat Penelitian Teknis VTT Finlandia. Proyek ini juga melibatkan 17 institusi akademik, pemerintah dan swasta dari 10 negara yang berasal dari Eropa, Indonesia, dan Amerika Serikat.
 
Direktur CSID, Mohammed Ali Berawi, yang ditunjuk langsung menjadi Ketua Riset mengatakan proyek tersebut bertujuan meningkatkan ketahanan kota terhadap sebuah bencana dengan berbasis teknologi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Melalui konsep ini, maka deteksi terhadap bencana dapat diketahui kemudian, jumlah korban yang menjadi bencana pun dapat diminimalisir," Ucap Ali di Kampus Universitas Indonesia (UI), Kamis, 13 Juni 2019.
 
Isu ketahanan Kota, menurut dia muncul bukan tanpa sebab, terdapat peningkatan intensitas jumlah bencana alam belakangan ini. Sehingga, diperlukan manajemen dan tata kelola penanganan bencana dan pascabencana yang valid dan baik.
 
Baca:Penyerahan Penghargaan UI GreenMetric Dilakukan di Irlandia
 
“Ketahanan masyarakat terhadap bencana bergantung pada peran pemerintah dan partisipasi organisasi masyarakat dalam merancang dan menerapkan kebijakan untuk dapat menangani dan memitigasi risiko krisis. Juga kerugian bencana, serta bagaimana perilaku warga secara individu dan kolektif untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi bencana,” bebernya.
 
Oleh sebab itu, pihak Uni Eropa mendanai penelitian ketahanan bencana melalui skema Horizon 2020 dengan proyek inovasi bertema “Building European Communities’ Resilience and Social Capital (BuildERS) - Membangun Ketahanan dan Modal Sosial Masyarakat Eropa”.
 
Ali menegaskan, ke depannya proyek itu diharapkan mampu menghasilkan sistem ketahanan masyarakat terhadap bencana. Di mana penerapannya tidak hanya di Eropa, akan tetapi juga pada negara-negara lainnya. Proyek ini dimulai sejak Mei 2019 sampai dengan 2021.
 
“Ini adalah kolaborasi internasional, sehingga risetnya dilakukan bersama untuk bangun sistem ketahanan kota terhadap bencana. Konsorsium membangun sistem bersama menggunakan IT, terutama mobile phone data,” tegasnya.
 
Selain itu, BuildERS akan mengembangkan dan menerapkan teknologi informasi serta media sosial untuk dapat meningkatkan ketahanan masyarakat. Juga membangun modal sosial bersama.
 
Ali menerangkan, untuk menyukseskan proyek itu diperlukan kerja sama dengan pihak BNPB, BUMN, pemerintah daerah dan organisasi masyarakat terkait agar dapat menerapkan sistem ketahanan berbasis teknologi informasi.
 
“Diharapkan pemanfaatan teknologi informasi ini dapat digunakan untuk manajemen penanganan pada lokasi bencana, bantuan dan lokasi data jaringan handphone diharapkan dapat secara cepat menghasilkan aksi penanganan bencana yang lebih efektif dan responsif," terangnya.
 
Di sisi lain, Ketua Konsorsium Builders Pekka Leviäkangas mengatakan, untuk mengejar ketahanan tidak hanya diperlukan solusi teknis dan administratif. Namun dimulai dengan pemberdayaan komunitas lokal dan masyarakat.
 
Untuk memahami risiko dan kerentanan baru, mencegah dan mengurangi kemungkinan bahaya, memprioritaskan pembangunan kapasitas dan peningkatan kesadaran masyarakat merupakan landasan dari suatu ketahanan sosial.
 
Selain pentingnya ketahanan infrastruktur, tentu saja harus memikirkan manusia sebagai individu dan komunitas lokal yang memegang peranan penting dalam membentuk ketahanan bencana. Ketangguhan masyarakat tergantung pada sumber daya, keterampilan, dan jaringan sosial mereka.
 
"Di mana modal sosial dan dukungan mereka dalam situasi krisis menjadi amat penting dalam menyukseskan ketahanan terhadap bencana,” pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif